Kreasi Unik, Miniatur Lokomotif Dari Barang Bekas

CENDANANEWS (Malang) – Siapa sangka barang bekas yang sudah tidak terpakai bahkan oleh sebagian orang dianggap sebagai limbah ini justru bisa dijadikan kreasi yang unik. 
Kebanyakan orang mungkin tidak pernah terfikir jika dari barang bekas seperti kaleng susu, paralon, bolpoin, tutup minyak wangi, busi dan barang bekas lainnya ini, di tangan orang kreatif bisa menjadi sebuah karya miniatur lokomotif yang tentunya juga bisa menghasilkan Rupiah yang tidak sedikit.
Sulkan
Berawal ketika Sulkan (60) melakukan perjalanan menuju Jakarta dan berhenti sejenak di Museum Ambarawa yang berada di Semarang. Di museum tersebut, dirinya memperhatikan beberapa lokomotif jaman dulu yang menjadi koleksi dari museum. Dari situ, pada tahun 2007 Sulkan kemudian mulai tertarik dengan lokomotif dan mencoba mewujudkannya dalam miniatur lokomotif.
Sulkan tidak memerlukan bahan-bahan mahal, dia hanya cukup mengumpulkan barang-barang bekas yang ada disekitarnya untuk mewujudkan keinginannya membuat lokomotif kuno. Dari barang bekas tersebut kemudian dia rangkai sedemikian rupa hingga terbentuk sebuah lokomotif kuno yang mirip dengan asli namun dengan ukuran mini. 
Sulkan mengaku tidak mudah untuk membuat miniatur lokomotif karena ukuran dan bentuk barang bekas yang dia dapatkan tidak selalau sama.
“Saya harus pandai-pandai berimajinasi dan mencocokkan di posisi mana barang bekas tersebut harus di letakkan agar terlihat sesuai dengan aslinya,” akunya ketika di temui di rumahnya yang berada di Jalan Raya Pakis Jajar No.103 Kabupaten Malang.
Setelah miniatur lokomotifnya selesai, ternyata banyak masyarakat yang berminat. Akhirnya sulkan memutuskan untuk fokus terus memproduksi miniatur lokomotif. 
Untuk memasarkan produknya tersebut, dia sering berjualan dan mengikuti pameran-pameran seperti di Malang Tempo Doloe (MTD), Kanjuruhan dan di Tunjungan Plasa. 
“Dalam acara MTD, miniatur lokomotif saya juga di beli orang Australia dan Amerika, upati Malang, Rendra Kresna juga pernah membeli miniatur lokomotif,” ucapnya. 
Karya-karyanya tersebut biasa dia jual di Bali hingga luar Jawa dengan harga Rp. 250.000 – 750.000,- tergantung ukurannya.
Dalam membuat miniatur lokomotif, semuanya dia kerjakan sendiri. “Dulu sempat ada teman yang membantu, namun keinginan saya dan keinginan teman saya berbeda, sehingga lokomotif yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang saya harapkan,” jelas kakek dari tiga orang cucu ini.
Untuk bentuk-bentuk lokomotifnya, Sulkan mengaku melihatnya dari buku, foto maupun Internet. Sedangkan untuk barang bekasnya kebanyakan dia dapat dari pemulung maupun dari Comboran tempatnya barang-barang bekas.

——————————————————-
KAMIS, 09 Juli 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...