Kursi Ruang Tunggu di Pelabuhan Kurang, Koran Bekas Laku Keras

CENDANANEWS (Lampung) – Arus balik di Pelabuhan Bakauheni mulai menunjukkan kenaikan semenjak hari Senin (20/7) hingga hari ini Selasa (21/7). Dari data produksi sementara posko arus mudik di Pelabuhan Bakauheni total penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan hingga malam hari mencapai 52.782 orang, kendaraan roda dua sebanyak 7.081 unit, kendaraan roda 4 sebanyak 4.834 unit dengan jumlah trip mencapai 49 trip.
Melonjaknya jumlah pemudik dalam arus balik tersebut mengakibatkan antrian masuk ke dalam kapal terjadi di bebrapa titik yakni di loby pembelian tiket, gangway hingga menuju kapal. Akibatnya petugas ASDP, syahbandar, serta anggota kepolisian dari Polres Lampung Selatan bekerja keras mengarahkan penumpang yang sempat berjubel.
Banyaknya jumlah penumpang yang akan kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera tersebut bahkan terlihat di atas beberapa kapal Roll on Roll Off (Roro) yang harus duduk dan berjubel diantara dek kendaraan. Berjubelnya penumpang bersama kendaraan tersebut mengakibatkan jumlah kursi di dalam kapal tak mencukupi. Ratusan penumpang kapal harus duduk di tikar bahkan beberapa terpaksa duduk di atas kendaraan.
Keadaan tersebut memberikan peluang kepada beberapa penjual koran bekas yang yang menawarkan dagangannya untuk alas tempat duduk akibat berkurangnya tempat duduk. Dari pantuan media CND terlihat ada sekitar empat penjual koran bekas yang menjualnya kepada para pemudik.
“Saya menjual koran pagi yang tak terjual dan menjualnya kepada para pemudik yang akan masuk ke kapal untuk alas duduk karena tak kebagian kursi,”ungkap Ahmad kepada media CND saat berada di Bakauheni Selasa(21/7/2015)
Ahmad bersama kawannya menawarkan koran bekas tersebut seharga Rp2.000,- hingga Rp3.000,- yang ditawarkan bagi para pemudik yang naik di kapal. Ia mengaku membawa puluhan hingga ratusan eksemplar koran pagi yang dibawa ke beberapa kapal di dermaga 1, dermaga 2 dan beberapa dermaga lain untuk dipakai para pemudik.
Ahmad mengaku mendapatkan uang cukup lumayan dari berjualan koran bekas yang dipakai untuk alas tempat duduk selama melakukan perjalanan ke Pelabuhan Merak Banten dari Pelabuhan Bakauheni. Selama berjualan ia terkadang harus melompat dari gangway ke atas kapal. Bahkan menantang bahaya dengan berlompatan ke kapal untuk masuk ke dek dan menawarkan koran bekas tersebut.
Ahmad mengaku selama arus balik lebaran tahun ini ia mengaku penjualan koran bekas lebih banyak sebab pada hari biasa justru koran bekas tidak laku. Bahkan koran bekas justru laku keras pada saat liburan serta arus mudik lebaran saat kapal kapal Roro penuh oleh penumpang yang tak kebagian tempat duduk.
“Penumpang kan biasanya tak sempat membawa tikar atau alas tempat duduk sehingga koran bekas bisa dipakai untuk duduk,”ungkap Ahmad.
Aktifitasnya pun terkadang tak berjalan mulus karena petugas keamanan melarangnya apalagi saat dirinya melompat dari gangway ke dek kapal. Arus balik yang masih akan terus berlangsung dan bahkan mencapai puncaknya pada hari membuat Ahmad dan beberapa rekan sesama penjual koran bekas menyiapkan lebih banyak koran bekas untuk dijual. Hasil penjualan yang lebih besar dibandingkan menjual koran baru membuat Ahmad menyiapkan banyak koran bekas.
Ahmad dan beberapa rekannya mengaku sehari hari menjadi penjual koran, majalah di Pelabuhan Bakauheni. Potensi arus balik pun digunakan untuk menjual koran bekas yang digunakan untuk menambah penghasilan para penjual koran tersebut.

——————————————————-
SELASA, 21 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...