Liburan Berakhir Volume Penumpang,Kendaraan Melonjak di Bakauheni

Foto oleh Henk Widi
LAMPUNG — Berakhirnya liburan lebaran, liburan karyawan serta anak sekolah mendorong warga di beberapa daerah di Pulau Sumatera kembali ke Pulau Jawa secara bersamaan pada Minggu (26/7/2015). Akibatnya sekitar 5 kantong parkir Pelabuhan Bakauheni Lampung dijejali dengan kendaraan berbagai jenis terutama kendaraan pribadi. Sementara kendaraan jenis bus, truk, kendaraan besar terparkir di dermaga yang disandari kapal kapal berukuran lebih dari 5000 GT.
Dari pantauan media CND ribuan kendaraan dari berbagai daerah mengular bahkan hingga pintu keluar Pelabuhan Bakauheni sejak pagi hingga siang. Sementara itu Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni Heru Purwanto membenarkan volume kendaraan yang kembali ke Pulau Jawa meningkat.
“Volumenya meningkat namun tetap bisa terangkut ke Pulau Jawa menggunakan beberapa kapal besar, tak ada antrian hanya kendaraan yang akan membeli tiket meningkat sehingga terkesan mengantri panjang,”ungkap Heru Purwanto kepada media CND Minggu (26/7/2015).
Lonjakan arus balik juga terjadi di pintu pembelian tiket khusus penumpang pejalan kaki. Ribuan pemudik arus balik yang rata rata adalah karyawan pabrik di Pulau Jawa memilih hari ini untuk kembali ke Pulau Jawa.
“Saya harus bekerja esok hari karenanya hari ini harus sudah sampai di Serang Banten sebab besok sudah masuk kerja,”ungkap Zulhadi yang bekerja di pabrik sepatu di Banten.
Dari pantauan CND, berbeda dengan tahun sebelumnya meski sempat mengantri namun tahun ini semenjak hadirnya sekitar 9 kapal Roll on Roll Off (Roro) milik PT ASDP serta beberapa kapal besar milik swasta  yang total seluruhnya mencapai sekitar 49 kapal bisa mengurangi antrian di dermaga Pelabuhan Bakauheni.
Selain itu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, penyeberangan pada operasi angkutan lebaran kali ini berlangsung tanpa antrian yang memakan waktu lama meski produksi meningkat.
“Beban waktu antri hanya terjadi satu hari di masa puncak arus mudik dan arus balik yaitu rata-rata pada H-3 dan H+3,” tutur Christine Hutabarat Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (persero).
Pada musim angkutan lebaran khususnya pada H-7 hingga H+7, PT ASDP menyeberangkan rata-rata tiga kali lipat jumlah penumpang dibandingkan hari-hari biasa. Sehingga penambahan kapasitas terpasang dermaga dan armada kapal yang ada menjadi salah satu langkah tepat dalam menghadapi lonjakan pengguna jasa, khususnya dalam hal percepatan penyeberangan.
“Hadirnya kapal-kapal besar mampu menampung lebih dari 200 kendaraan roda empat, sehingga antrian di parkir dermaga cepat terurai,” imbuh Christine.
Data lapangan juga mencatat hingga H+7 tidak ditemukan adanya catatan kecelakaan.  Cristine mengaku pihak keamanan dari Polres Lampung Selatan telah bertugas dengan sangat baik untuk memenuhi target keamanan maksimal sehingga misi zero percent accident pun tercapai.
Data produksi di lintas Merak – Bakauheni hingga H+7 hari ini, sejumlah 664.374 orang penumpang telah kembali (103%), kendaraan roda dua sebesar 62.204 unit (95%), kendaraan roda empat sebesar 67.813 unit (105%) dan kendaraan roda empat campuran sebesar 75.697 unit (102%) telah kembali ke Pulau Jawa.
Sementara dibandingkan hari sebelumnya, pada H+7 terdapat kenaikan signifikan pada produksi kendaraan. Data harian H+7 mencatat di Pelabuhan Bakauheni terdapat 96.620 orang penumpang (turun 21%) 8.507 unit kendaraan roda dua (naik  66%), 9.629 unit kendaraan roda empat (naik 11%) dan kendaraan roda empat campuran sebesar 11.443 unit (naik 14%). Kenaikan jumlah truk logistik mulai nampak dengan kenaikan sebesar 48% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan demikian hari puncak arus balik Lebaran terjadin pada H+3 namun untuk kendaraan roda empat campuran terjadi pada H+7.
Meskipun beberapa personil Polair, Palang Merah Indoneis (PMI) serta beberapa petugas dari Basarnas telah meninggalkan Bakauheni namun aktifitas anggota kepolisian dari Polres Lampung Selatan terlihat masih berjaga di Pelabuhan Bakauheni untuk menjaga keamanan arus balik dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. (Henk Widi)
Lihat juga...