Liburan dan Jelang Arus Mudik Buruh Tenteng Banjir Rejeki

Buruh Tenteng di Pelabuhan
CENDANANEWS (Lampung) – Liburan sekolah yang bertepatan dengan jelang hari raya Idul Fitri dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman lebih awal sebelum puncak arus mudik. Bahkan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan terlihat keramaian mulai terlihat di pembelian tiket, gangway Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung.
Arus mudik warga di Pulau Jawa ke Pulau Sumatera tersebut masih berangsur angsur menggunakan moda transportasi kapal Roll On Roll Off (Roro) di Selat Sunda. Banyaknya pemudik yang menggunakan liburan untuk pulang kampung sebelum puncak arus mudik yang diprediksi pada H-5 hingga H-3 Idul Fitri tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para buruh tenteng atau dikenal dengan buruh angkut di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Momen liburan tersebut menjadi kesempatan para buruh dengan seragam dominan warna orange tersebut di Pelabuhan Bakauheni. Salah satunya Ahmad (35) yang sehari harinya berada di gangway Pelabuhan untuk menunggu penumpang yang terlihat membawa barang cukup banyak.
“Saya harus jeli dan tentunya rajin menawarkan diri untuk bisa menggaet penumpang yang ingin menggunakan jasa saya untuk membawakan barang bawaan mereka,”ungkap Ahmad kepada media ini di Bakauheni, Sabtu (4/7/2015).
Musim liburan selama Ramadhan dan jelang arus mudik ini dirasakan oleh Ahmad telah memberikan tambahan penghasilan kepadanya karena banyaknya jumlah penumpang kapal dari Merak yang mudik melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Jika di hari biasa penumpang kapal dari Merak tak sebanyak saat liburan dan berpengaruh pada penghasilan para buruh tenteng tersebut. Sementara saat liburan, jumlah penumpang semakin bertambah dan kemungkinan mendapatkan penumpang yang membawa barang lebih banyak bisa terjadi.
“Apalagi menjelang lebaran banyak yang membawa oleh oleh untuk keluarga dan biasanya barang bawaan mereka banyak yang membutuhkan jasa kami,”ujar Ahmad.
Bersama kawan kawannya ia harus mengejar bus yang menurunkan penumpang selain itu juga travel, angkutan pribadi yang baru turun dari terminal Rajabasa Lampung dan tiba di Bakauheni. Namun tak selamanya penumpang menggunakan jasa para buruh tenteng tersebut karena masih mampu membawa barang dari terminal hingga ke kapal.
Ahmad mengaku mendapat uang cukup lumayan saat arus liburan berlangsung bahkan lebih banyak dari hari biasa. Ahmah mengaku rata rata mendapatkan upah Rp 20.000,- atau lebih tergantung kesepakatan serta jumlah barang yang diangkut.
Ahmad mengaku ada sekitar 70 orang buruh tenteng di pelabuhan Bakauheni yang setiap hari melakukan pekerjaan yang menggunakan tenaga fisik tersebut.
Selain Ahmad, ada juga buruh tenteng lainnya yakni Budi (34) ia mengaku meski memperoleh penghasilan lumayan saat musim liburan ini, namun ia tetap mengaku pendapatannya masih tidak cukup apalagi menjelang hari raya Idul Fitri. Kebutuhan keluarganya saat hari raya dilihatnya akan lebih besar sehingga ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Beruntung saat arus liburan bahkan hingga nanti mendekati arus puncak lebaran akan makin banyak yang menggunakan jasa tenteng,”ungkap Budi.
Budi mengaku bisa memperoleh puluhan ribu hingga ratusan ribu selama musim liburan ini. Uang tersebut digunakan untuk iuran serta sebagian dibawa pulang untuk keluarga. Ia berharap masih diberi kesehatan agar masih bisa mengais rejeki saat para pekerja pulang ke kampung halamannya saat liburan dan menjelang hari raya.

——————————————————-
SABTU, 03 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...