Lonjakan Penumpang Arus Balik Masih Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk

DENPASAR — Lonjakan arus balik dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Negara, Bali terus terjadi sejak 27 juli 2015. Antrian mobil dan sepeda motor tampak memanjang di malam hari sampai menjelang subuh. 
Mereka yang berdesakan di pelabuhan penyeberangan sebagian besar warga luar Bali yang kembali setelah melalui masa liburan hari raya idul fitri di kampungnya masing-masing di Jawa timur maupun jawa tengah.
Asep Hidayat, seorang crew kapal penumpang ASDP pelabuhan gilimanuk mengatakan, arus balik akan terus berlangsung sampai akhir bulan juli 2015. Sedangkan  menurutnya, tidak ada kapal yang diperbantukan untuk hal tersebut.
“Karena jarak tempuh dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk hanya memakan waktu sekitar 30 menit, jadi kapal-kapal akan dengan segera pergi dan pulang mengangkut penumpang,” kata Asep Hidayat kepada Cendana News, Rabu (29/7/2015).
Dan dalam padatnya arus balik, beberapa pelanggaran kerap terjadi, salah satunya penumpang kapal penyeberangan yang tidak mengindahkan peraturan harus keluar kendaraan saat diatas kapal.
“Keluar dari kendaraan saat kapal mulai berjalan adalah salah satu upaya atau antisipasi penyelamatan diri sebelum terjadi bencana, para pengemudi beserta keluarganya harus memahami hal tersebut,” katanya.
Meski sudah sering diingatkan, namun dengan alasan jarak tempuh yang hanya sekitar 30 menit membuat ia dan keluarganya malas untuk keluar kendaraan dan naik ke ruangan penumpang diatas kapal. Seperti yang disampaikan Suprianto, seorang penumpang kendaraan Mobil avanza yang menuju Bali.
“Saya mengetahui adanya peraturan tersebut, namum istri dan anak-anak saya, memilih didalam mobil menyalakan mesin dan AC agar nyaman,” urai Suprianto sebelum memacu kendaraannya keluar dari kapal di pelabuhan Gilimanuk.
Sementara itu, meningkatnya arus balik membuat petugas keamanan bekerja ekstra dan penjagaan diperketat dengan melakukan pemeriksaan Kartu Identitas seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KIPEM (Kartu Identitas Pendatang Musiman). 
Sedangkan untuk kendaraan yang keluar masuk Pulau Bali selalu harus menunjukkan Surat asli kendaraannya atau STNK asli.
“Jika tidak lengkap maka tidak akan kami ijinkan keluar atau masuk pulau Bali, baik itu orangnya atau kendaraan,” jelas salah seorang anggota keamanan Pelabuhan, Bernardus kepada Cendana News
Meski kepadatan dan pemeriksaan, proses pengangkutan serta keluarnya penumpang dari kapal terbilang sangat rapi dan teratur. Para crew kapal mengatur dengan seksama tata letak kendaraan baik mobil maupun sepeda motor di dalam kapal. (Miechell Koagouw)


Lihat juga...