Mahalnya Harga Pendidikan di Kota Ambon Beratkan Orang Tua Siswa

Kantor DPRD Kota Ambon
CENDANANEWS (Ambon) – Biaya operasional pendidikan sejumlah sekolah di kota Ambon Priovinsi Maluku per siswa baru sesuai petunjuk teknis diwajibkan membayar Rp 1.200.000. Tapi faktanya, ketentuan itu di lapangan tidak sesuai. Lantaran sejumlah siswa baru di sekolah Kota Ambon saat ini biaya operasionalnya mahal dan beragam.
Temuan di lapangan ada sekolah yang memungut biaya dari para siswa baru hingga Rp 1.800.000. Dan ada juga yang memungut Rp 1.550.000 per siswa.
Menyangkut masalah ini Pansus I DPRD Kota Ambon sudah merekomendasikan untuk kedepan biaya operaional setiap sekolah di Kota bertajuk manise itu harus sama tidak ada yang variatif.
Pimpinan Pansus I DPRD Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikjuluw menjawab Cendana News di Balai Rakyat Kota Ambon Senin (13/7/2015) mengatakan, kebutuhan pendidikan para siswa baru di sejumlah sekolah mulai level SD hingga SMA di Kota Ambon saat ini sangat mahal.
Alasannya, dalam penunjangan pendidikan di sekolah tidak terlepas dari peran sekolah dan orang tua murid. Sehingga Pansus I DPRD turun ke beberapa sekolah misalkan SMA Negeri 1 Ambon, SMA Negeri 2 Ambon, SMA Negeri 11 da SMA Negeri 13 Ambon.
“Sesuai temuan lapangan ternyata biaya operasional dari setiap sekolah yang harus ditanggung siswa sangat beragam. Ini karena kebijakan sekolah dan komite yang berbeda-beda. Pansus I menginginkan agar kedepan ada keseragaman,” ujarnya.
Menurut Lucky, Ekonomi masing-masing siswa tidak sama. Dimana sebagian besar para siswa di Kota bertajuk manise itu rata-rata adalah keluaraga tidak mampu.
Sehingga dia berharap, ada pemerataan biaya operasional sehingga tidak memberatkan siswa dan orang tua itu sendiri.
Selain itu, dia juga mendesak Dinas Pendidikan Pemkot Ambon agar bisa menyiapkan seluruh kebutuhan pendidikan di seluruh sekolah yang ada di Kota Ambon.
Dalilnya, ada sekolah yang masih kekurangan mobiler yang mengakibatkan sekolah mengambil kebijakan agar ada campur tangan orang tua dan siswa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Ini salah besar. Pemenuhan sarana dan prasarana misalkan meja, kursi, laboraterium dan lain-lain adalah kewajiban negera. Oleh kerana itu, Pemerintah Kota Ambon harus mengalokasikan dana APBD untuk pemenuhan kebutahan mobiler di setiap sekolah sehingga orang tua dan siswa tidak lagi dibebani,” tegasnya.
Selain itu, guru mata pelajaran harus ditambah. Karena masih saja ada kekurangan guru di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan ada guru yang sudah meninggal atau pensiun, namun tidak pernah diisi atau digantikan dengan guru lainnya agar sekolah tersebut tidak mengalami kekuarangan guru mata pelajaran.
“Laporan di sekolah-sekolah yang kami kunjungi itu, pihak sekolah sendiri telah melaporkan masalah ini ke BKD maupun Dinas Pendidikan Kota Ambon. Harusnya hal ini sudah ditindaklanjuti secara cepat. Karena guru adalah kebutuhan vital untuk mencerdaskan anak-anak kita di negeri ini,” tandasnya.
Selain itu, masalah ini harus menjadi catatan penting bagi Dinas pendidikan dan BKD Kota Ambon agar tidak ada lagi kekurangan guru di sekolah-sekolah di Kota bertajuk manise tersebut.
——————————————————-
SELASA, 14 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...