Masjid Al-Muhajirin IKMS, Nuansa Minang di Pulau Dewata

CENDANANEWS (Denpasar) – Berawal dari sebuah Musholla, setelah mengalami suntikan dana swadaya dari warga minang yang tinggal di Bali maka sekarang Musholla Al-Muhajirin telah berubah menjadi sebuah Masjid indah nan megah di Jalan Gunung Lebah No.25, Denpasar.
Keunikan masjid ini adalah kubahnya yang berbentuk atap rumah gadang dari minangkabau. Masjid yang di bangun serta di kelola oleh Ikatan Keluarga Minang Saiyo Daerah Bali IKMS Bali ini memiliki berbagai macam kegiatan bagi umat.
Selain memiliki Ruang Serba Guna yang disewakan kepada umat untuk acara akad nikah dan acara-acara islami lainnya, Masjid Al-Muhajirin memiliki Sekolah Taman Kana-kanak Islam bernama Puti Bungsu.
Karyawan Masjid sekaligus Staff Pengurus, Jefri mengungkapkan, bahwa semua kegiatan Masjid adalah untuk kebutuhan umat. Dan mereka selalu menjaga hubungan baik dengan warga non-muslim disekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar tercipta suasana yang akrab serta saling terkait erat setiap harinya.
“Seperti Masjid pada umumnya, maka selama bulan Ramadhan kami juga melaksanakan buka puasa bersama secara gratis bagi seluruh umat, dan membuka posko zakat dengan sumbangan sebesar 150,000 rupiah ditambah satu buah kain sarung,” jelas Jefri kepada CND.
Masjid dan Gedung Serba Guna Al-Muhajirin diresmikan dengan ditandatangani secara bersama-sama pada tanggal 5 Desember 1999 oleh Menteri Agama Drs.K.H.M. Tolchah Hasan, Gubernur Bali Drs.I Dewa Made Beratha, Ketua MUI Bali H.S. Habib Adnan, Ketua Umum IKMS Yunasril Anga, dan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Drs.Surya Dharma.
Bagi warga sekitar baik muslim maupun non-muslim, Masjid Al-Muhajirin dikenal dengan Masjid Minang. Hal ini merupakan wujud penghargaan bagi bentuk Masjid yang mewakili kebudayaan Minangkabau di Tanah Dewata.

——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...