Masyarakat di Ambon Nilai Pemerintah Lamban Tangani Kerusakan Jalan

AMBON — Masyarakat mengeluhkan lambatnya penanganan kerusakan jalan dan bekas longsor yang terjadi di pusat kota Ambon, Maluku. Dari waktu ke waktu warga hanya diberi janji manis tanpa satupun yang terealisasi.
Seperti yang terjadi di kawasan BTN Kanawa Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang masih di pusat Ibukota Provinsi Maluku itu, hingga kini belum juga dibangun oleh instansi terkait.
Pantauan lapangan Cendana News, Jumat (31/7/2015) sore menerangkan, kenderaan yang melintas di kawasan tersebut harus hati-hati, karena jalanan berlubang.
Disamping itu longsor di atas tebing BTN Kanawa pada Agustus 2012 yang menewaskan empat orang warga, sampai detik ini juga belum dilakukan antisipasi longsor susulan, baik oleh Pemkot Ambon maupun Pemprov Maluku.
Rifai, salah satu warga BTN Kanawa yang ditemui Cendana News di BTN Kanawa Ambon mengungkapkan, pihak Pemkot dan Pemprov Maluku memang sering turun ke kawasan tersebut untuk mengukur ruas dan panjang jalan yang rusak termasuk bekas longsor naas tersebut.
Namun, meski berulangkali turun tinjau lokasi, faktanya tidak ada pembangunan alias belum juga ada perbaikan jalan di kawasan tersebut.
“Padahal kawasan tersebut rawan kecelakaan lalu lintas maupun longsor,”sebutnya.
Menurut Rifai, sudah seringkali warga BTN Kanawa mengeluhkan masalah ini ke Pemkot Ambon termasuk Pemprov Maluku.
“Pemerintah hanya berjanji akan melakukan pembangunan disini, tapi sampai sekarang pasca longsor 2012 hingga sekarang belum ada pembangunan. Anda lihat sendiri tebing di atas sana jalan yang berlubang-lubang,” ujar Rifai sembari meunjukan bekas longsor naas yang menimpa rumah dan empat orang tewas pada 2012 silam.
Sebelumnya pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Ambon, berjanji akan memperbaiki kerusakan jalan di kawasan BTN Kanawa Ambon itu pada Mei 2015. Faktanya hingga memasuki Agustus 2015, belum ada tanda-tanda pembangunan di kawasan tersebut.
Selain kerusakan jalan dan bekas longsor yang belum dilakukan antisipasi bahaya semisal longsor dan banjir susulan, sejumlah drinase hingga kini masih tampak tertutup rata dengan tanah karena belum dibangun oleh instansi pemerintah terkait.
Kondisi tersebut sudah bertahun-tahun lamanya. Sayangnya pihak Pemkot dan Pemprov Maluku terkesan tutup mata dengan kondisi jalan rusak, drinase termasuk bekas longsor yang pernah merenggut empat nyawa manusia di kawasan tersebut.

JUMAT, 31 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...