Melihat Keunikan Kampung Ramadhan Dusun Wanasari Denpasar

CENDANANEWS (Denpasar) – Dusun Wanasari yang bertempat di Kampung Islam Jalan Ahmad Yani Selatan Denpasar, merupakan masyarakat yang sangat rukun dengan Masjid Baiturrahmah sebagai pemersatu. Didaerah tersebut seringkali diadakan kegiatan-kegiatan unik selama Bulan Suci Ramadhan, salah satunya Kampung Ramadhan.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh pengurus Masjid Baiturrahmah bekerjasama dengan salah satu pemegang merk kendaraan bermotor dan Minuman. Mereka menyediakan tempat berjualan takjil dan berbagai lauk-pauk berbuka puasa selama satu bulan penuh.
Keunikannya terletak pada separuh hasil dari penjualan para pedagang akan disumbangkan bagi pembangunan Masjid Baiturrahmah yang sedang dalam proses pengerjaan. Lahan parkir selama event ini berlangsung juga didedikasikan untuk pembangunan Masjid. 
Tarif parkir yang resmi ditetapkan Pemkot Denpasar sebesar 1,000 rupiah untuk sepeda motor dinaikkan menjadi 2,000 rupiah dengan perincian 1,000 rupiah untuk sumbangan pembangunan Masjid.
Para pedagang yang menempati kios-kios merasa bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Bagi mereka hal ini adalah sesuatu yang memang harus mereka lakukan agar Masjid Baiturrahmah segera rampung pembangunannya.
“Semua adalah untuk ALLAH,” ucap Siti Chotimah, seorang pedagang kepada CND.
Diluar area Kampung Ramadhan, tampak para pecalang adat membantu jalannya lahan parkir. Mereka semua tampak terkoordinir dengan baik dan rukun. Karena itulah maka area parkir tidak menimbulkan kemacetan bagi para pengguna jalan lainnya.
Arafat, seorang petugas parkir mengapresiasi acara Kampung Ramadhan ini dengan meluangkan waktunya untuk mengatur parkir sejak pukul tiga sore hari.
“Walaupun panas terik saya tetap puasa dan tetap mengatur parkiran secara sukarela agar tidak menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan lainnya. Kita tidak hidup sendiri, jadi harus saling mengerti antara satu sama lain,” Jelas Arafat.
Harapan Para pedagang, event Kampung Ramadhan tidak hanya diadakan untuk pembangunan Masjid saja, namun bisa juga saat ada moment-moment lainnya. Sebagai contoh, saat Idul adha atau bisa juga hari raya Hindu dijadikan inspirasi.
“Kita kan sama-sama disini sudah sejak lama, tidak ada perbedaan antara kita,” ujar Septiana, seorang pedagang takjil.

——————————————————-
KAMIS, 09 Juli 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...