Musim Kemarau, BKSDA Lampung Petakan Beberapa Titik Kebakaran

Lahan Pertanian Warga
CENDANANEWS (Lampung) – Musim kemarau yang terjadi saat ini diperkirakan melanda sebagain wilayah Indonesia tak terkecuali Provinsi Lampung. Bahkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Urara menyatakan telah memetakan sedikitnya empat titik api di musim kemarau kali ini.
Berdasarkan data dari hasil pemanatauan Satelit NOAA yang dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Kabupaten Lampung Utara memiliki empat titik api di tiga kecamatan berbeda.
Menurut Kabid Perlindungan Hutan Awal Lampung Utara Budiarntoro, beberapa titik api tersebut berada di Kecamatan Bunga Mayang, Sungkai Selatan, Kotabumi Utara. Titik tersebut tersebar di beberapa wilayah.
“Rincian titik api tersebut yakni dua titik api di Kecamatan Bunga Mayang, sementara dua titik api lainnya berada di Sungkai Selatan dan Kotabumi Utara,”ungkap Budiantoro Rabu (1/7/2015).
Data tersebut menurut Budiantoro berdasarkan data yang rutin dikirimkan oleh BKSDA Lampung kepada Dinas Kehutanan dan perkebunan mengenai titik api di setiap kabupaten.
Beberapa titik api diantaranya berada di perkebunan tebu sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik perkebunan tebu untuk melakukan langkah antisipasi.
“Kami melakukan kordinasi dengan pemili perkebunan tebu rakyat sehingga kami bisa memberikan himbauan dengan mencegah serta melarang warga melakukan pembakaran bongkaran tebu serta bagian lainnya untuk mencegah kebakaran,”ujarnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kondisi kekeringan dengan rata-rata curah hujan kurang dari 100 milimeter per bulan.
“Bahkan di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) curah hujan kurang dari 50 mm,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (29/6/2015).
Ia menambahkan, wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Papua bagian Selatan, Maluku bagian Selatan dan sebagian Sulawesi Selatan kondisinya kering.
“Beberapa daerah telah mengalami kekeringan seperti Purbalingga, Gunungkidul, Wonogiri, Tuban, Bojonegoro, Boyolali, Lombok Utara dan NTT,” katanya.
Sebagian besar wilayah di Sumatera, tambah dia, juga kondisinya kering hingga sedang.
“Menurut BMKG, musim kemarau akan mencapai puncak pada September mendatang,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang makin kering dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah Sumatera.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...