Musim Kemarau, Petani Jagung Terpaksa Gunakan Pompa Air

CENDANANEWS (Surabaya) – Mengantisipasi musim kemarau, petani jagung di Desa Silir, Wates Kediri menyiapkan mesin pompa untuk pengairan. Namun hal tersebut juga menimbulkan masalah tersendiri bagi petani.
Salah seorang petani jagung, Suroto menyebutkan, untuk pengairan dirinya menggunakan mesin pompa diesel. Dalam sehari untuk pengairan dibutuhkan lebih kurang 10 liter solar. Hanya saja biaya diesel lebih mahal karena menggunakan solar sebagai bahan bakar.
“Biasanya butuh 10 liter solar dengan harga 6900 Rupiah per liter,” katanya di Surabaya, Kamis (16/7/2015).
Namun meski terancam rugi, namun hal tersebut tetap dilakukan, karena saat ini jagungnya yang baru tumbuh sangat membutuhkan air.
“Jagung sebenarnya membutuhkan air yang cukup, agar pertumbuhannya maksimal,” Jelasnya.
Selain itu, dirinya juga menyiapkan faktor pendukung pertumbuhan jagung, mulai dari benihnya, pupuk, pestisida dan perawatan jagung.
——————————————————-
KAMIS, 16 Juli 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti 
Fotografer : Charolin Pebrianti 
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...