Musim Kemarau, Petani Timun Keluarkan Biaya Tambahan

CENDANANEWS (Kediri) – Dimusim kemarau, petani timun mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan hasil yang bagus, terutama memenuhi cakupan air yang cukup besar. Untuk mengakalinya, petani terpaksa menggunakan mesin pompa seperti yang dilakukan di Kediri, Jawa Timur.
Seperti diungkapkan salah satu petani timun di Kediri, Budi Santoso (48). Dirinya mengeluarkan biaya Rp.20 ribu perharinya untuk mengaliri kebunnya selama 2 jam.
“Timun membutuhkan air yang cukup, biasanya saya menggunakan diesel untuk mengairi,”ujarnya saat ditemui CND, Sabtu (25/7).
Pengairan dari sungai tidak mencukupi bagi petani, karena bergantian dengan petani lainnya. Apalagi pada musim kemarau banyak petani yang membutuhkan suplai air yang lebih banyak.
“Lahan ini butuh pengairan 2 hari sekali, karena timun butuh cukup air,”jelasnya.
Sementara itu, petani timun lainnya, Munir (49) menyebutkan, tidak hanya pengairan, perawatan lainnya juga dibutuhkan, yaitu pupuk dan pembasmi hama.
“Biasanya untuk luasan lahan 50 RU saya membutuhkan Phonska satu kwintal dan NPK 20 kilogram,”katanya.
Untuk biaya pupuk dan pembasmi hama, Munir biasanya menghabiskan 500 ribu Rupiah. Sedangkan bibit timun membutuhkan dana 270 ribu Rupiah. Untuk mulsa membutuhkan dana 500 ribu Rupiah.
“Saya berharap harga timun bagus di pasar agar bisa menutup biaya perawatan timun,”katanya.

——————————————————-
SABTU, 25 Juli 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto             : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...