Musim Kemarau Warga Dihimbau Waspadai Kebakaran

CENDANANEWS (Lampung) – Musim kemarau yang mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia tak terkecuali Provinsi Lampung membuat warga merasakan dampaknya secara langsung. Musim kemarau ini bahkan dirasakan oleh sebagian masayarakat dengan adanya perubahan ekstrim yang mengakibatkan gangguan saluran pernapasan akbat asap dan juga debu.
Memasuki awal musim kemarau tahun ini, perubahan ekstrem mulai dirasakan warga Bandarlampung serta Kabupaten di Lampung. Selain angin kencang beberapa lahan yang terbakar mengakibatkan asap mengganggu pernapasan akibat tertiup angin diantaranya kebakaran atau lahan pertanian yang sengaja dibakar.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung Sugiono mengatakan, salah satu perubahan cuaca memasuki awal musim kemarau memang ditandai dengan angin yang bertiup kencang.
Ia mengungkapkan saat ini kecepatan angin sekitar 20 knot atau 37 kilometer per jam. Namun kecepatan angin seperti itu menurutnya masih wajar karena sekarang awal musim kemarau.
“Kecepatan angin bisa berubah sewaktu waktu bahkan dalam sehari bisa berubah ubah karena kondisi cuaca,”ungkapnya Jumat (3/7/2015).
Potensi kebakaran yang bisa terjadi dalam musim kemarau tersebut ditanggapi oleh  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung dengan memberikan himbauan kepada masayarakat terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran saat musim kemarau dan angin kencang.
Sekretaris BPBD Bandarlampung Erwin juga melarang masyarakat membakar sampah atau aktivitas lainnya yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
”Di musim kemarau dan angin lebat ini, potensi kebakaran sangat rentan. Karena itu kami imbau warga tidak membakar sampah,” ungkapnya.
Erwin menjelaskan, bencana kebakaran dapat terjadi karena masyarakat membakar sampah dan ilalang kering. Akibat kebakaran itu, bisa menimbulkan asap dan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Dari pantauan media CND, beberapa kejadian kebakaran di alam terbuka terjadi akibat faktor ketidaksengajaan. Kejadian kebakaran kebun di Lampung Selatan terjadi pada Kamis malam (2/7/2015) dimana kebun Jati milik warga di Desa Talangbaru Kecamatan Sidomulyo tersebut terbakar tiba tiba.
“Tak ada orang yang berada di lokasi kejadian tau tau api membesar dan warga sekitar ikut memadamkan karena takut merembet ke rumah warga,”ungkap Rahmad warga Talangbaru.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, hanya ada dugaan akibat puntung rokok yang membakar ranting dan daun kering. Karena Kondisi kemarau dan kering, ditambah angin yang berhembus kencang menyebabkan api cepat membesar.
Selain karena faktor ketidaksengajaan, kebakaran yang mengakibatkan asap dan mengganggu pernafasan juga terjadi akibat warga yang membakar sisa jerami serta membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Musim kemarau sudah cukup membuat kami kerepotan karena harus menyiram halaman dan jalan akibat debu masih ditambah orang membakar, asapnya membuat sesak,’keluh Udin salah satu warga Kalianda.
Warga berharap pemilik kebun atau lahan agar tidak membakar sisa sisa atau sampah pertanian agar tak menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan. Sementara itu warga terpaksa menggunakan masker untuk melindungi pernapasan selama melakukan perjalanan di jalan raya.

——————————————————-
JUMAT, 03 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...