Nelayan di Balikpapan Hentikan Aktifitas Melaut Selama Lebaran

Kampung Nelayan

CENDANANEWS (Balikpapan) – Impian menjadi nelayan dan menjual ikan sudah menjadi hal nyata dilakukan Iwan selama 17 tahun. Iwan warga RT 03 Kelurahan Klandasan Ulu bertahun-tahun menjual ikan dan terkadang juga melaut sudah menjadi pekerjaannya sehari-hari. 
Ia menuturkan senang memiliki pekerjaan yang kini dijalaninya karena pekerjaan melaut mencari ikan sudah ditekuni keluarganya yakni dari ayah dan kakeknya. Sehingga apapun yang dihadapi melaut dan menjual Ikan tak pernah dikeluhkannya.
“Senang menjadi penjual ikan sekaligus mencari ikan. Seperti seniman, kalau sudah hobby pasti menikmati,” serunya ketika ditemui di kediamannya di Klandasan Ulu kota Balikpapan, Kamis (22/7/2015).
Sehari-hari Iwan mencari nafkah dengan menjual ikan dan melaut. Uang yang diperolehnya untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Pendapatan yang diterimanya sudah cukup untuk menghidupi keluarganya karena jika tidak melaut dan tidak beli ikan, sang istri turut membantu dengan berjualan ikan asin di pasar. 
Di hari Lebaran ini, nelayan yang tinggal di Klandasan Ulu ini belum melaut karena masih pada mudik Lebaran. Menurut Iwan, biasanya teman-teman nelayan kembali melaut minggu-minggu ini. Namun, apabila angin kencang atau angin selatan nelayan tidak melaut. 
“Masih mudik Mba…, jadi belum melaut. Saya juga tunggu ikan dan udang belum ada. Jadi dirumah saja, sambil mancing dekat sini,” sambung pria kelahiran 1971 ini.
Nelayan yang tinggal di kelurahan Klandasan Ulu ini ada sekitar 20-an. Sementara yang lain tersebar di Manggar, Balikpapan Permai dan Kampung Baru. Iwan mengatakan, nelayan di Klandasan ulu biasa mendapatkan udang, cumi, kepiting, kerang dan beberapa ikan. Nelayan di Klandasan ulu biasa melaut satu minggu 3 kali. 
“Biasanya kami berangkat sore hari dan pulang pagi hari kemudian dibawa ke punggawa dan dijual lagi. Hasil yang diperoleh dari jual ikan untuk makan sehari-hari,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Halidin pedagang ikan laut di Pasar Klandasan yang juga berprofesi nelayan. Ia menekuni pekerjaan sejak usia muda sampai kini berusia 40 tahun. 
Mencari uang dengan melaut dan menjual ikan sangat disenanginya karena setiap hari uang yang diperolehnya bisa menghidup anak dan istrinya. 
Halidin mengatakan di hari Lebaran biasa nelayan libur satu minggu untuk merayakan hari raya bersilahturahmi dengan keluarga. Kembali melaut minggu ini jika angin tidak kencang. Karena tidak melaut sebagai alternatif ia menjual ikan hasil budidaya di air tawar. Di antaranya ikan bandang dan ikan patin.
Menurut Halidin, setiap harinya bisa dapat uang Rp200-300 ribu hasil dari menjual ikan. “Lumayanlah hasil jual ikan bisa buat makan sehari-hari,” imbuhnya.

——————————————————-
KAMIS, 23 Juli 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...