Nelayan Keluhkan Kapal Pencuri Ikan Merajalela di Perairan Bali

CENDANANEWS (Denpasar) – Nelayan pantai kedonganan kembali merasakan kesulitan dalam melaut. Mereka merasa setiap kali melaut, nelayan tidak mendapatkan satupun ikan-ikan yang masuk ke jaring mereka. Dan jika beruntung, nelayan hanya mendapatkan ikan tiga hari sekali.
Dari pengakuan nelayan, hal tersebut dikarenakan merajalelanya pencurian ikan oleh kapal serta menggunakan alat modern, sehingga tidak meninggalkan bagian untuk nelayan tradisional. Hal tersebut memperburuk kondisi nelayan yang harus mengeluarkan biaya operasional setiap melaut. 
“Sebelum melaut kita sudah berhutang biaya operasional sebesar 450.000 rupiah. Saat pulang ke pantai selesai melaut maka hutang kita bertambah dengan nasi satu piring di warung langganan,” ujar Mursidi, seorang nelayan dengan nada kesal kepada CND, Kamis (2/7/2015).
Kejadian kurang mengenakkan yang terjadi di komunitas nelayan kedonganan bukan semata karena angin kencang yang membuat mereka tidak melaut. Namun saat angin bersahabat maka ikan-ikan sudah habis dilalap oleh kapal-kapal penangkap ikan modern.
“Sudah sering kami keluhkan setiap wartawan datang, apakah tidak ada yang baca koran tentang keluhan kami ya pak?,” sambung Mursidi kepada CND.
Sekarang ini mereka hanya menyerahkan nasib mereka kepada kebesaran Tuhan saja. Apa yang akan mereka dapatkan sudah tidak mereka pikirkan lagi dan berapa hutang mereka nantinya saat mereka kembali tidak membawa hasil sudah tidak mereka hiraukan. Mereka hanya berharap ada perubahan dan Tuhan memberikan ikan-ikan di setiap ruas laut yang mereka arungi setiap hari.
Sungguh miris melihat kejadian seperti ini. Dimana pemerintah berkoar-koar dengan kedaulatan Maritim namun nelayan bersandar dengan sebait doa karena lahan mata pencaharian mereka tidak dapat dilindungi oleh negara.
“Ada juga yang mendapat hasil bagus, namun lebih banyak yang tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan. Semoga keadaan ini bisa segera berubah. Kami hanya berharap mendapatkan ikan, karena dengan mendapatkan ikan maka kehidupan kami sehari-hari akan lancar,” harap Wando, seorang nelayan asal semarang yang sudah lima tahun di kedonganan.
Sekarang ini terkadang nelayan lebih memilih menambatkan perahunya dipinggir pantai dibanding melaut jika tidak ada uang cukup dalam operasional melaut.
——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...