Panitia KSI Sebutkan Kondisi Sungai di Indonesia Memburuk

CENDANANEWS (Surabaya) – Sekretaris Panitia Kongres Sungai Indonesia, Agus Gunawan Wibisono menyebutkan, beralih fungsinya sungai menjadi tempat pembuangan sampai menyebabkan aliran air tersebut memburuk dari waktu ke waktu. Bahkan sungai sering dijadikan tersangka jika terjadi bencana alam banjir.
“Sungai menjadi terpinggirkan fungsinya akibat perilaku manusia yang menempatkan sungai sebagai tempat sampah raksasa,”katanya saat menggelar Pra Kongres di Pinggiran Sungai Kalimas PDAM Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7).
Agus Gunawan

Disebutkan, sungai kini menjadi defisit air akibat dari siklus hidrologi tak berjalan normal. Salah satu penyebab, yakni pegeseran paradigma masyarakat akibat desakan modal menambah persoalan akses rakyat terhadap sungai, yang semula sebagai public goods berubah menjadi economic goods.

“Maka perlu diadakan ruang temu para pihak terkait guna membahas realitas, mengkonsolidasi pikiran dan menyusun strategi kerja bersama,” Kata Agus Gunawan.
Sungai merupakan salah satu sumber air yang penting bagi masyarakat terutama untuk pengairan sawah dan sebagai aliran air dari gunung menuju laut. Sungai di Indonesia memburuk, pemerintah menyatakan 15 sungai besar yang penting bagi irigasi dan air minum dalam kondisi kritis.
Di Jawa ada sungai Citarum, Cimanuk, Ciujung dan Bengawan Solo, dan Brantas kini dalam keadaan parah. Selain itu, sebagian besar sungai di Surabaya misalnya menjadi penampung limbah dan tempat membuang berbagai kotoran.
Seperti yang disampaikan Sariyah (49 tahun) salah satu warga Surabaya merasa sungai menjadi satu-satunya tempat penampungan limbah ketika lahan mahal.
“Ya septic tank itu hanya untuk orang kaya, untuk kami yang tidak punya alternatif satu-satunya ya dibuang ke sungai,” Jelasnya.(Charolin Pebriyanti)
Lihat juga...