Pasokan Elpiji 12Kg di Kota Ambon Masih Normal

CENDANANEWS (Ambon) – Direktur PT Pemantik Sumber Pratama, Andre Talahatu kepada wartawan di Ambon Senin (13/7/2015) mengatakan, gas elpiji khususnya 12 kilo gram (kg) menjelang lebaran 1436 Hijriah/2015, masih tetap normal.
Menurutnya, hingga H – 5 jelang lebaran idhul fitri belum terjadi perubahan permintaan atau masih tetap seperti hari-hari biasa.
“Ya karena Stok BBM terutama minyak tanah di Kota Ambon khususnya masih mencukupi,” kata Talhatu.
Stok elpiji masih cukup dan banyak sehingga masih bisa memenuhi permintaan masyarakat untuk dua pekan mendatang. Menurut dia, stok elpiji 12 kg saat ini sebanyak lebih dari 1.000 tabung, dan sedikit elpiji ukuran 50 kg.
Talahatu mengatakan, biasanya elpiji ukuran 50 kg ini di pesan langsung oleh sejumlah kapal nelayan yang mau melaut. Tapi, lantaran adanya moratorium sehingga para nelayan yang biasanya menggunakan gas elpiji sehingga permintaan gas elpiji ukuran 50 kg lesuh.
“Untuk tabung 50 kg kurang laku. Lantaran banyak kapal nelayan sudah tidak melaut terkait moratorium Kementerian Perikanan RI,”katanya.
Menurut dia, jika ada permintaan itupun Cuma restoran di Kota Ambon. Itupun jumlah kecil. Berbeda dengan elpiji ukuran 12 kg dimana permintaan tetap normal. 
“Karena selain restoran masyarakat Kota Ambon membeli untuk kebutuhan rumah tangga yakni dipakai untuk memasak,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Talahatu selain di Kota Ambon, permintaan sesuai pesanan dari pangkalan di Kabupaten Buru termasuk normal atau belum ada perubahan. Dimana sebanyak 50 tabung sekali dikirim tiap pekan.
Soal harga elpiji yang ditawarkan di Kota Ambon saat ini ukuran 12 kg sebesar Rp 213.000 per tabung.
Kata dia, soal pasokan masih tetap normal. Karena setiap seminggu ada pengiriman dari Surabaya sebanyak 974 tabung elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg.
Lanjutnya, stok tersebut bukan hanya memenuhi permintaan dari masyarakat di Kota Ambon, tapi juga melayani pangkalan pemasok di Kota Namlea Ibukota Kabupaten Buru.
——————————————————-
SELASA, 14 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...