Pedagang di DTC Khawatir Terkena Dampak Temuan Daging Celeng

CENDANANEWS (Surabaya) – Pedagang di Pasar Center Wonokromo atau Darmo Trade Center (DTC) Surabaya mengaku khawatir terkena imbas, kehilangan pembeli akibat ditemukannya daging babi berkedok daging sapi impor di Pasar Mangga Dua Jagir Wonokromo. Mereka takut konsumen tak lagi membeli daging sapi, dan pedagangpun akhirnya merugi.
Faridah (45 tahun), salah satu pedagang daging sapi di DTC Wonokromo mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang menyebutkan daging babi dari pasar Center tersebut. Padahal polisi menemukan daging babi di Pasar Mangga Dua Jagir Wonokromo. yang jarak antar kedua pasar hanya 500 meter.
“Khawatirnya kan pembeli mengira daging itu beredar di Pasar Wonokromo DTC. Karena umumnya warga mengetahui Pasar Wonokromo ya DTC ini.” Jelasnya saat ditemui wartawan, Sabtu (4/7/2015).
Faridah menegaskan, dia mengambil daging sapi dari peternak. Faridah dalam sehari mampu menjual daging sapi 25-30 kg dengan harga Rp. 100 ribu per kg. Meski ada pelanggan tetap namun info tersebut sedikit membuat dia khawatir.
“Apalagi ini menjelang lebaran biasanya pembeli membludak, khawatirnya pembeli lari mencari daging sapi di pasar lainnya.” Tukasnya.
Menurut Simpen (73 tahun) ia khawatir dengan barang dagangannya yang tak laku dan akhirnya berujung merugi.
“Takutnya konsumen mengira daging babi berkedok daging sapi impor itu beredar di pasar Wonokromo DTC. Padahal daging celeng itu beredarnya di Pasar Mangga Dua.” Jelasnya.
Dia mengharapkan pemerintah bertindak cepat agar kekhawatiran masyarakat tidak berdampak pada pedagang daging sapi.
“Sehingga kami akan merugi.” Tegasnya.
——————————————————-
SABTU, 03 Juli 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...