Pedagang Kulit Ketupat, Primadona di Hari Lebaran Ketupat


CENDANANEWS (Mataram) — Selain Idhul Fitri dan Idhul Adha yang seringkali disebut dengan Lebaran, ada satu lagi Lebaran yang menjadi tradisi turun temurun di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Mataram, Nusa Tenggara Barat. 
Lebaran Ketupat yang jatuh pada hari Jum’at (24/7/2015) sangat berpengaruh bagi penghasilan penjual Janur karena janur satu-satunya bahan yang paling dicari saat mempersiapkan Lebaran Ketupat. Janur adalah daun muda dari pohon kelapa, tetapi di beberapa wilayah, ada juga yang membuat kulit ketupat dengan daun kelapa yang tua, yang sudah hijau warnanya. 
Pedagang biasanya menawarkan dua jenis dagangan, yaitu janur/daun kelapa dan kulit ketupat (janur/daun kelapa yang sudah dianyam berbentuk ketupat). Karena membuat anyaman berbentuk ketupat bukan pekerjaan sederhana dan mudah, butuh keahlian khusus. Dan seiring berjalannya waktu, semakin sedikit yang memiliki ketrampilan menganyam janur/daun kelapa menjadi ketupat. Dan kondisi ini menjadikan pedagang kulit ketupat lebih diburu dibandingkan penjual janur/daun kelapa. Lebih praktis alasan utamanya. Itu sebab, bisa dikatakan, saat Lebaran Ketupat tiba, para pedagang ini adalah primadona di Pasar Tradisional. Paling dicari!
Pemandangan di sepanjang pintu masuk Pasar tradisional Kebon Roek Ampen misalkan, warga yang datang berburu kulit ketupat sudah ramai sejak pagi hari, jumlah pedagang dan pembeli seolah tidak seimbang karena deretan pedagang kulit ketupat tak ada satu pun yang tanpa antrian pembeli. 
“Pembelian kulit ketupat oleh warga masyarakat sudah berlansung sejak pagi hari, karena proses pembuatan ketupat kan lama, dari mulai mengisi sampai memasaknya, butuh waktu berjam-jam” kata Marniah, penjual kulit ketupat pasar tradisional Kebon Roek Ampenan asal Desa Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (24/7/2015) 
Mengenai harga jual, sesama pedagang sepertinya sudah membuat kesepakatan yaitu 10 ribu per ikat, dimana satu ikat berisi 10 kulit ketupat. “Semua pedagang menjual kulit ketupat dengan harga sama, satu ikat dihargai 10 ribu” jelas Maya, salah satu pedagang kulit ketupat yang sedang sibuk melayani pembeli. 
Salah satu pembeli yang berhasil ditemui Cendana News, bernama Saniah, warga Ampenan Kota Mataram mengaku lebih suka membeli kulit ketupat daripada janur/daun kelapa “Daripada membuat kulit ketupat sendiri di rumah, bikin repot. Lebih baik saya membeli jadi di pasar. Harganya terjangkau dan tak perlu repot”
Selain masalah memakan waktu cukup lama dan repot, Saniah akhirnya mengaku kepada Cendana News bahwa tujuan utama membeli kulit ketupat jadi karena memang tidak bisa menganyam sendiri. 
“Dan lagi, sekarang ini di pasar, selain penjual janur/daun kelapa dan kulit ketupat, ada juga pedagang yang menjual ketupat sudah matang, tinggal disajikan di rumah” tutup Samiah sambil melanjutkan aktifitasnya di Pasar untuk mempersiapkan Lebaran Ketupat di rumah.
————————————————————
Kamis, 23 Juli 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————————
Lihat juga...