Peluk dan Maaf Mengembalikan Damai di Tolikara

Beginilah masyarakat Indonesia seharusnya

CENDANANEWS (Jayapura) — Umat muslim dan nasrani di Tolikara yang sempat dikabarkan mengalami keretakan telah berdamai. Perdamaian tersebut difasilitasi oleh Bupati Tolikara, Usman Wanimbo dilaksanakan di halaman Koramil Tolikara dan disaksikan oleh seluruh Jemaat GIDI dan seluruh umat muslim di sana. Hadir juga pada acara ini Kapolres, Dandim 1702 Jayawijaya, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat di Tolikara.
Bupati Kabupaten Tolikara, Usman Wanimbo mengatakan pihaknya mengajak kepada seluruh umat yang ada di wilayahnya untuk saling menghormati antar umat beragama. Ia mengatakan sangat senang dengan adanya perdamaian antara umat GIDI dan umat muslim yang ada di Tolikara.
“Semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini, dan semua umat beragama saling merangkul untuk membangun kabupaten ini,” kata Usman, Kamis (23/07/2015) lalu. 
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Ustad Ali Muktar, tokoh muslim Tolikara. Ia menyatakan selama ini umat Islam dan Kristen di Tolikara tidak pernah terjadi konflik apapun, selalu harmonis dan hidup berdampingan dengan damai.
“Kejadian kemarin (17/07/2015), semoga yang pertama dan terakhir, karena selama ini kami semua disini baik-baik saja,” kata Ali.
Dikatakannya, pihaknya bersama umat Kristen yang ada di Tolikara saling bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan memperbaiki secara perlahan kios dan rumah yang rusak parah.
“Sungguh sangat bahagia, hubungan kami semakin erat setelah kejadian ini, semoga ini berkah buat masyarakat di Tolikara” ujarnya.
———————————————————–
Sabtu, 25 Juli 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Foto : Indrayadi T. Hatta
Editor : Gani Khair
———————————————————–
Lihat juga...