Pemerintah Diminta Berhenti Terima Alutsista Hibah Negara Lain

JAKARTA – Jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara, pada Selasa kemarin menewaskan 113 orang yang 12 diantaranya kru. Hal tersebut menambah catatan buruk alat utama sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI).
Anggota Komisi I DPR RI yang juga mantan Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jend (Purn) Supiadin A.S mengatakan, jatuhnya  pesawat Hercules di Medan merupakan peringatan yang jelas bagi pemerintah untuk menghentikan menerima hibah apapun untuk alutsista TNI.
“Indonesia itu sebenarnya harus belajar dari pengalaman, dan gunakanlah anggaran dari APBN untuk modernisasi Alutsista, bukan dengan hibah dari negara lain,” ujar Supiadin dalam keterangan tertulisnya di jakarta, Rabu (01/07/2015).
  
Menurutnya pemerintahan harus segera mengevaluasi keberadaan pesawat yang didapat dari hasil hibah, lantaran banyak yang sudah tua renta dan tenggat penggunaannya sudah hampir habis.
Supiadin menambahkan, Pada April lalu, pesawat F-16 hibah dari Amerika Serikat terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma karena gagal lepas landas. Saat itu Indonesia telah sepakat menerima 24 pesawat dari AS, namun ketika telah didatangkan 5 unit, hanya dua yang berstatus serviceable dan dikategorikan layak operasi.
“Pemerintah itu mestinya tak lagi menunda-nunda modernisasi Alutsista TNI. Tragedi di Medan ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah,” tegas dia.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Fotografer : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...