Pemprov Jatim Persiapkan Langkah Antisipasi Bencana Gunung Raung

CENDANANEWS (Surabaya) – Gubernur Jawa Timur, Sukarwo menyiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana gunung Raung. Baik tempat evakuasi, jalur evakuasi dan makanan cepat saji yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak gunung berapi. 
Pemprov bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengawasi secara intensif perkembangan Gunung Raung. Menyusul dinaikkannya status dari waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
“Tim gunungnya Mbah Rono masih di sana, untuk memantau apakah ini batuk atau sakit. Sama dengan Merapi, kalau sering batuk itu malah bagus. Kalau jarang batuk malah bisa ‘muntah darah'”. Jelas Pak De, Sapaan akrab Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/7/2015).
Sampai saat ini belum ada perintah untuk mengevakuasi warga sekitar Gunung Raung. Pemprov jatim bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta BPBD Provinsi Jatim secara intensif mengamati keadaan Gunung Raung merasa belum saatnya warga dievakuasi karena masih dianggap aman.
“Belum, nanti menunggu dari ahli gunung berapi yang menyampaikannya.” Tukas Pak de.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, M. Eksan mengungkapkan, dukungan positif langkah yang dilakukan oleh pemprov Jatim. Ia berharap dengan adanya campur tangan pemprov Jatim bisa mengantisipasi dan evakuasi yang lebih baik dan cepat serta lebih sistematis dan komprehensif. BPBD Jatim sekarang sedang mengawasi empat titik lokasi terdekat dari Gunung Raung, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso dan Banyuwangi.
“Prioritas utama adalah meminimalisir korban jiwa. Kalau bisa tanpa korban. Karena itu Ketua BPBD Jatim harus segera mengambil peran untuk mengkoordinasikan BPBD di empat kabupaten.” Ujar M. Eksan.
Selain adanya penanganan bencana harus ada bantuan pasca bencana seperti jaminan hidup, pemenuhan kebutuhan makan dan minum, air bersih, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan.
“Ke depan kerugian masyarakat korban bencana harus bisa dicover oleh pemerintah. Soal pos anggaran bisa dari APBD maupun APBN. Ini penting agar kehidupan masyarakat bisa segera normal.” Tukasnya.
Selain meminimalisir korban jiwa diharapkan pemprov Jatim mampu mengganti kerugian hasil tani dan ternak yang masuk dalam kategori Force Majeure. Soal anggaran bisa diambil dari dana darurat bencana dari pemerintah pusat on call.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...