Pemprov Maluku akan Tutup Tambang Emas Pulau Buru

Tambang emas gunung botak Pulau Buru Maluku
CENDANANEWS (Ambon) – Aktivitas pertambangan emas secara ilegal di Gunung Botak Kecamatan Wamsaid Kabupaten Buru Provinsi Maluku, yang kerap menuai peritikaian antar penambang hingga merenggut korban jiwa, akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku pasca perayaan hari raya idhul fitri tahun ini.
Demikian kata Gubernur Maluku Said Assagaff saat diwawancarai wartawan di Ambon, Rabu (1/7/2015).
Kata Gubernur, setelah ditutup akan dibicarakan kembali agar area pertambangan logam mulia di Pulau Buru itu dikelola secara professional oleh perusahaan pertambangan.
Alasannya, agar dapat memberikan dampak positif bagi daerah maupun peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat Pulau Buru khususnya dan Maluku umumnya.
Menurut Gubernur, penutupan dilakukan menyusul kerap terjadi bentrokan antar warga adat Kabupaten Buru dengan sejumlah penambang emas khususnya lagi di Desa Wamsaid jalur C.
Akibat bentrokan itu, mengakibatkan satu orang meninggal dunia karena ditusuk dengan benda tajam. Bahkan satu pos pengamanan milik polisi dan satu kios dibakar massa.
Sebelumnya terjadi perkelahian antar warga pada salah satu tempat hiburan (karaoke) di jalur C Desa Wamsaid. Namun, tidak diketahui pasti penyebabnya karena miras atau masalah lain.
Diduga insiden di karaoke itu sebagai pemicu perkelahian antar warga adat dengan para penambang asal daerah tetangga.
“Namun setelah perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, kita langsung tutup lokasi tambang gunung botak. Karena sering menimbulkan masalah yakni konflik antar penambang dengan warga setempat hingga menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Dirinya telah menerima laporan tentang kondisi tambang emas ilegal serta langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Buru. Juga telah dikoordinasikan dengan Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Wiyarto.
Alasan penutupan dilakukan, lanjut Gubernur, karena banyak penambang dari luar Maluku. 
“Kami tida main-main dengan masalah ini. Tambang Gunung Botak itu segera kita tutup. Tindakan tegas akan diambil terhdap para oknum yang melanggarnya,” katanya.
Selain sering memicu konflik keberadaan tambang gunung botak di Plau Buru itu juga terjadi pencemaran lingkungan sebab penggunaan bahan beracun dan berbahaya seperti mercury (kimia berbahaya).
Gubernur mengaku, telah menerima laporan banyak penambang yang bandel dan kembali melakukan aktivitas penambangan, padahal mereka telah berulang kali dipulangkan.
“Jadi siapa saja orangnya yang sengaja menghalangi penutupan tambang penambangan ilegal Gunung Botak itu kita akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Menyangkut penutupan ini, Gubernur mengakui telah berulang kali memerintahkan hal itu, termasuk saat masih menjadi Wakil Gubernur Maluku periode 2008 – 2013.
“Tambang yang sudah digarap secara ilegal selama tiga tahun terakhir harus ditutup. Karena ini instruksi langsung dari Kepala Negara. Agar tidak menimbulkan berbagai dampak negatif dikemudian hari, terutama kerusakan lingkungan,” katanya.

——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...