Pemudik Lewat Pelabuhan Semayang Balikpapan Meningkat 40 Persen

Calon penumpang di Pelabuhan Semayang, Balikpapan

CENDANANEWS (Balikpapan) – Memasuki H-5 Hari Raya Idul fitri tahun ini Pelabuhan Semayang Balikpapan semakin dipadati pemudik yang menuju ke Pulau Sulawesi dan Jawa. Hal ini terlihat dari membludaknya penumpang di Terminal dan tenda yang disediakan pelabuhan semayang Balikpapan. 
Kepala kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Semayang, Sugeng menyatakan, lonjakan penumpang mudik tahun ini mencapai 40 persen. Lonjakan tersebut jauh dari perkiraan, dimana sebelumnya pihaknya memperkirakan sekitar 10-15 persen lebih dari tahun lalu. 
“Ternyata makin hari penumpang makin bertambah. Dari data kita kemarin ada 40 persen.  Tahun lalu hanya 15.500 penumpang yang bergerak ke Sulawesi dan jawa dan tahun ini ada 22.500 orang yang mudik,” katanya di sela-sela peninjauannya di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Minggu (12/7/2015).
Adanya lonjakan penumpang tersebut, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menambah fasilitas pemudik seperti tenda pemudik, mobil toilet, dan penggunaan toilet di ruang VIP pelabuhan semayang. 
Adapun armada diperkirakan jumlahnya cukup dengan kapasitas kapal ditambah penumpangnya. Hal ini sudah sesuai dengan Standart Operasional yakni keselamatan dan keamanan kapal. 
“Penambahan penumpang sudah berdasarkan rest assignment yang dimungkinkan ditambah penumpang. Kita tambah maksimal 800 penumpang untuk kapal Pelni,” sambungnya. 
Sugeng memperkirakan, lonjakan penumpang mudik akan terjadi pada H-4 dan H-2 Lebaran. Dan Pelni tetap mengoperasikan 24 kapalnya dengan penambahan daya angkut 500-800 penumpang. 
Data penumpang di posko pelabuhan semayang tercatat pada 10 Juli 2015 penumpang berangkat/naik sebanyak 15.300 orang dan turun sebanyak 4.281 penumpang. Hari ini (Minggu) penumpang yang naik kapal Lambelu menuju Makasar sebanyak 2.091 orang yang berangkat pada pukul 14.00 WITA. 
Di kesempatan yang sama penumpang yang mudik menggunakan kapal laut Lambelu Mila mengungkapkan mudik menggunakan kapal hal yang pertama dilakukannya. Sebelumnya Ia mudik menggunakan pesawat. 
“Sebelumnya kalo mudik naik pesawat. Sekarang naik kapal saja karena harga tiket pesawat selangit tak bisa dijangkau lagi,” serunya.
Mila mudik ke Bau-bau bersama enam keluarga lainnya dan pulang ke kampung halaman dilakukan setiap satu tahun sekali.

——————————————————-
MINGGU, 12 Juli 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...