Peninggalan Perang Paderi, Tongkat Bersambung yang Tangguh

CENDANANEWS (Agam/Sumbar) –  Tak banyak yang tersisa dari Gerakan Paderi yang berlangsung lebih dari 150 tahun lampau itu. Selain Masjid-masjid kuno yang masih berdiri kokoh di wilayah adat Minangkabau, hanya sedikit saja yang tersisa dan menjadi saksi akan kelamnya peperangan antara kaum ulama melawan kaum adat maupun keduanya melawan penjajahan Belanda.
Namun, seorang Kakek asal Jorong Cangkiang, Kecamatan Ampek Angkek, Tasnim Sutan Putiah mengklaim Ia menyimpan salah satu benda yang jadi sejarah perjuangan umat Islam dalam menentang segala bentuk kemaksiatan berupa sebilah Tongkat Panjang.
Menurut Tasnim, tongkat yang sudah disimpannya sejak berpuluh tahun silam itu merupakan kepunyaan dari salah seorang tokoh penting dari Gerakan Paderi, yakni Fakih Shagir Syekh Djalaluddin (1753-1857).
Tasnim mendapatkan tongkat ini dikarenakan keluarganya merupakan keturunan dari tokoh yang amat berjasa dalam menuliskan sejarah Perang Paderi dalam naskahnya yang raib entah kemana itu.
Naskah Fakih Shagir itu dianggap sebagian peneliti sebagai salah satu sumber paling berharga yang menceritakan perang Paderi dari pihak internal.
“Dahulu Kediaman Fakih Shagir itu dijarah Belanda, sejak saat itu keberadaannya masih misteri. Karena naskahnya raib, yang tersisa hanya tongkat ini saja,” ujar Tasnim, Rabu (22/7/2015).
Tongkat yang terbuat dari bahan sejenis batang Manau dengan berukuran panjang sekitar 1,5 Meter itu berbentuk bulat pipih dengan berat yang amat ringan. Meski kata Tasnim usia tongkat itu sudah lebih dari 150 tahun, tak ada tanda kerusakan akibat faktor usia.
“Sama sekali tak disentuh oleh rayap,” Lanjut Kakek itu sambil mengusap-ngusap tongkat saktinya.
Dahulu, tongkat ini sempat dipotong orang. Namun yang memotong terkena penyakit yang tak kunjung sembuh, akhirnya tongkat itu disambung kembali dan orang itu sembuh seperti sedia kala.
Meski banyak tawaran yang datang kepadanya agar tongkat itu dijual maupun ditaruh di museum, Tasnim sama sekali tak bergeming. Ia beralasan tongkat ini takut tak dirawat dengan baik. Ia bertekad untuk terus menyimpan tongkat ini dengan alasan tongkat ini menjadi sejarah bagi anak negeri.
——————————————————-
RABU, 22 Juli 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...