Peralatan SAR ASDP Disiapkan Jelang Angkutan Lebaran

Simulasi pemadaman kebakaran
CENDANANEWS (Lampung) – Pihak Search and Resce (SAR) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan pelabuhan Merak dan Bakauheni melakukan berbagai langkah persiapan jelang angkutan arus mudik lebaran 1436 Hijriyah. Pengecekan persiapan alat alat keselamatan tersebut dilakukan untuk memastikan peralatan siap digunakan pada saat terjadinya peristiwa tak diinginkan semisal kebakaran, korban tenggelam maupun insiden lain.
Menurut Kepala SAR PT ASDP Merak dan Bakauheni Radmiadi, beberapa fasilitas SAR yang disiapkan diantaranya hidran, pangkalan Bahan Bakar Minyak(BBM), alat pemadam api ringan (apar), derek, ambulance 2 unit, damkar, rubber boat, soppet, serta peralatan lainnya.
“Kita lakukan persiapan jauh jauh hari agar bisa memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelayaran di Selat Sunda yang akan mengalami peningkatan pada arus mudik lebaran,”unglkap Radmiadi kepada media CND Kamis(2/7/2015).
Fasilitas alat pemadam api ringan ungkap Radmiadi yang dipersiapkan diantaranya apar jenis powder(bubuk),apar foam (busa) serta Karbondioksida (CO) yang ditempatkan di beberapa titik penting diantaranya loket, toll gate, timbangan, setiap moveable bridge, pangkalan BBM serta gedung gedung lainnya.
“Secara fisik apar dapat dilihat dari level temperatur tekanan dan masa berlaku stiker, jika sudah waktunya diganti harus diganti jika masa berlakunya sudah habis,”ujar Radmiadi.
Pada kasus terjadinya kebakaran langkah pertama yang akan dilakukan oleh pihak crew kapal serta petugas pelabuhan, SAR dilakukan dengan menggunakan apar untuk melokalisir kebakaran di kapal atau pelabuhan. Selanjutnya mobil kebakaran akan didatangkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api.
Menurut Radmiadi peralatan peralatan tersebut dua minggu sebelum lebaran telah dilakukan pengecekan oleh SAR sehingga dipastikan bisa dipergunakan untuk proses keselamatan.
Selain persiapan alat keselamatan tersebut, Radmiadi mengungkapkan persiapan personil SAR juga telah dilakukan dengan melakukan pelatihan pelatihan tekhnik keselamatan.
“Kami rutin melakukan latihan agar biasa melakukan penyelamatan di pelabuhan, kapak serta lokasi lokasi vital lainnya,”ungkap Radmiadi. 
Pelatihan tersebut dilakukan dengan tekhnik penggunaan alat keselamatan serta tekhik tekhnik mengevakuasi korban saat kecelakaan di laut maupun di darat.
Selain alat pemadam kebakaran juga disiapkan rubber boat yang dilakukan pengecekan terhadap mesin, kondisi karet yang harus dalam keadaan normal.
“Kita memang tak mengharapkan adanya insiden sebelum pelayaran serta selama pelayaran tapi tetap saja kita akan melakukan persiapan alat alat keselamatan yang harus disiapkan,”ungkapnya.
Langkah langkah persiapan oleh pihak SAR tersebut dilakukan agar alat alat keselamatan bisa difungsikan. Tak hanya alat keselamatan penyiapan air untuk keperluan pengguna jasa pelayaran serta untuk pemadaman kebakaran pun disiapkan sehingga keperluan air bisa segera disediakan saat terjadinya insiden di pelabuhan.
Sementara untuk alat derek kapasitas angkut yang mampu ditarik sekitar 20 ton sehingga kendaraan yang mogok di area Pelabuhan dan mengganggu aktifitas pelayaran bisa segera ditarik.

——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...