Perdagangan Kambing di Bali Masih Butuh Pasokan dari Luar

DENPASAR — Peternakan kambing lokal masih belum bisa memenuhi kebutuhan dari masyarakat Denpasar. Pedagang masih meminta tambahan stok keluar daerah seperti dari Lumajang dan Banyuwangi.
Saat ini, harga daging kambing di pasaran masih normal dan diprediksi akan mengalami lonjakan saat hari raya Idul adha atau Hari Raya Qurban. Di hari raya qurban harga daging kambing jantan bisa melonjak dari harga normal dua juta rupiah menjadi maksimal empat juta rupiah tergantung besar kecilnya tubuh kambing.
Kambing yang dijual di Pusat perdagangan Denpasar di Jalan Maruti merupakan kambing lokal dari daerah Bedugul dan Bangli di Bali. Namun jika hari raya dan membutuhkan stok berlebih maka para pedagang daging kambing jalan maruti akan meminta tambahan stok dari Lumajang dan Banyuwangi. 
“Biasanya satu minggu setelah idul fitri, baru kami mulai melakukan stok kambing-kambing baik dari Bali maupun luar Bali untuk keperluan hari raya ketupat atau menyambut hari raya Qurban,” jelas salah seorang pedagang kambing, Bahri kepada Cendananews di Denpasar, Selasa (28/7/2015).
Bakri, pedagang kambing yang cukup besar di Jalan Maruti menyebutkan, untuk menyiasati harga daging kambing agar tidak terlalu mahal, maka harga kambing betina diturunkan dan harga kambing jantan dinaikkan, jadi tidak akan terasa mahal bagi masyarakat yang memang akan membeli daging kambing.
Pedagang kambing di jalan Maruti merupakan langganan para pedagang sate kambing dan gulai kambing di seluruh Denpasar. Bahkan dari luar Denpasar sering datang membeli kambing di jalan Maruti.
“Kami juga melayani jasa potong, kami tidak meminta bayaran berupa uang, namun kulit kambing saja yang kami ambil. Nantinya kulit-kulit tersebut akan di ambil oleh para pengepul dari luar Bali,” sambung Bahri sambil memperlihatkan stok kambing-kambing miliknya.(Miechell Koagouw)


Lihat juga...