Perlengkapan Rusak, Nelayan di NTB Berhenti Melaut.

Puluhan perahu yang “menganggur” karena tidak layak untuk melaut
CENDANANEWS (Mataram) — Banyaknya perlengkapan melaut yang mengalami kerusakan, menjadikan nelayan di pantai Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) seringkali kecewa dengan hasil tangkapan mereka.
“Hasil tangkapan ikan dalam beberapa bulan terahir sangat mengecewakan, bahkan tak jarang kami sama sekali tidak mendapatkan ikan walaupun semalaman di tengah lautan.” Hal ini disampaikan Hamdi, nelayan asal Ampenan kepada Cendana News pada Sabtu (25/7/2015).
Menurut Hamdi, bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya dari melaut dan hasil yang didapat tidak tetap, sangat dibutuhkan peran pemerintah untuk lebih peduli kepada nelayan dengan memberikan bantuan modal berupa perlengkapan yang memadai untuk melaut.
Sementara Sarjan, nelayan asal Tanjung Karang mengatakan, alat tangkap ikan milik nelayan rata-rata sudah usang sehingga butuh perawatan ekstra untuk tetap bisa melaut. “Menyulam jaring yang bolong bisa dilakukan seminggu sekali. Kalau rusak lagi saat digunakan, maka hasil yang didapat sedikit. Bagaimana mau dapat uang untuk beli jaring baru”
Lebih lanjut, Sarjan mengatakan, “makanya tidak heran, hasil tangkapan yang seringkali tidak karuan ditambah peralatan yang banyak mengalami kerusakan membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Padahal kebutuhan keluarga harus dipenuhi per hari”. 
Kondisi seperti itu menjadikan banyak nelayan yang memilih bekerja serabutan sebagai buruh pasar atau bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. 
—————————————————-
Sabtu, 25 Juli 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : Gani Khair
—————————————————-
Lihat juga...