Perlu Terobosan untuk Angkat Kualitas Hidup Nelayan

Kapal Nelayan
CENDANANEWS (Jakarta) – Ditengah cuaca yang buruk dan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi semakin memperburuk kondisi nelayan, terutama penangkap ikan yang hanya mengandalkan dari hasil tangkapannya. Untuk mengangkat kualitas hidup nelayan perlu adanya terobosan baik dari pemerintah maupun pihak lainnya.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Siti Mukaromah mengatakan bahwa pemerintah seharusnya melakukan terobosan strategis guna untuk meringankan beban biaya produksi nelayan di Indonesia. 
“Beban biaya beli bensin yang harus ditanggung nelayan rata-rata sebesar 150 ribu. Sedangkan hasil mereka ketika dirupiahkan hanya mendapat 200-250 ribu. Itupun belum dibagikan dengan teman kerjanya,” ujar Siti saat rapat di Jakarta, Kamis (02/07/2015).
Dia mencontohkan, persoalan yang dihadapi nelayan di area Dapil-nya di Cilacap yang sebenarnya memiliki potensi penangkapan ikan sebesar 27 ribu ton per harinya.
“Namun hanya mampu dimanfaatkan sekitar 21 persennya saja karena tidak ditopang oleh peralatan dan besarnya biaya yang harus ditanggung nelayan,” ujarnya.

Dia mengharapkan ada pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik untuk mengangkat kualitas hidup nelayan. 

Dikesempatan lain, menanggapi kondisi yang dihadapi oleh nelayan, Direktur PT Pertamina Dwi Sutjipto berjanji melaksanakan program yang bakal dijalankannya dan diharapkan nanti dapat mengakomodir kepentingan para nelayan. 
Menurutnya, ada banyak program dari PT Pertamina yang didalamnya akan menjadi penunjang bagi kebutuhan para nelayan di Indonesia.
“Kami memiliki banyak program untuk nelayan, termasuk bahan bakar bagi nelayan. Hanya saja kami tidak hapal,” tandas dia.
——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Fotografer : Bang Nasir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...