Pesan terakhir Co Pilot Hercules C130 Sebelum Meninggal

CENDANANEWS (Yogyakarta) – Kecelakaan Pesawat Hercules yang jatuh di Medan Sumatera Utara (30/6/15) meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Begitu juga dengan orang tua dan istri dari Co Pilot, Lettu Pandu Setyawan.
Co pilot yang rajin beribadah tersebut akan berulang tahun ke 26 pada pada 4 Juli besok. Namun rencana perayaan yang dilaksanakan bersama kedua orang tua, Sugeng Prayitno dan Sri Nur Haruni Lestari beserta Istri di kediamannya tidak terwujud, karena Alumni SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta  angkatan 2007 gugur dalam tugas.
Selain meninggalkan orang tua dan istri yang baru dinikahinya pada 25 april 2015 lalu, Pandu juga meninggalkan dua orang adik, Deni dan Vanny adik  yang saat ini masih kuliah di UNY dan SMP N 2 Yogyakarta. 
Pria yang di besarkan dan bertempat tinggal di dusun Patukan Desa Ambarketawang , Kecamatan Gamping Sleman Yogyakarta seperti memiliki firasat akan kejadian tersebut. dimana ada dua pesan yang ditinggalkan, untuk orang banyak, dan untuk istrinya. 
Pesan pertama yang ditulis dalam status BBMnya berbunyi, “Alhamdulillah, manungso mung ngunduh wohing pakarti” yang artinya ‘Manusia, hanya akan menuai buah dari apa yang telah di perbuatanya” yang ditinggalkan dan menjadi renungan bagi teman-temannya.
Sementara pesan terskhir untuk sang istri tercinta, Dewi Wulandari dalam kontak BBM nya, pandu mengirim pesan, ” Bunda , Mas mau tidur dulu ya.. “, pesan yang dikirimkan pukul  07.30wib merupakan pesan terakhir untuk sang istri.
Pintar, rajin dan saleh
Pandu merupakan siswa yang berprestasi. Mengambil Jurusan IPA dan selalu berada di kelas A. Hal ini di benarkan oleh Sarjimin, selaku bagian Administrasi Data Kesiswaan di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
“Orang nya taat ibadah, mudah bergaul, baik dan beprestasi, ‘ora neko neko’ (tidak suka aneh aneh)” ujar Sarjimin.
Isrti Pandu sendiri, Dewi Wulandari yang di nikahinya 25 april 2015. Juga merupakan alumni di sekolah yang sama dan merupakan teman satu angkatan. Mungkin rasa kisah kasih di sekolah saat itu, membekas sampai ahirnya bermuara di pelaminan. Namun menurut beberapa kerabat Pandu. Tak ada bulan madu untuk pernikahan mereka berdua. Tugas negara lebih di utamakan Pandu Setyawan walaupun mereka pengantin baru.
Ketegaran Dewi Wulandari pun tetap tampak. Saat menunggu kedatangan Jenazah sang suami (1/7/15) yang belum datang sampai tengah malam. Terlihat dari  sembabnya kelopak mata, yang tak bisa menyembunyikan, menutupi rasa kesedihan. Kehilangan orang yang di cintainya.
Selamat jalan Perwira. Semoga Ibadah dan Amal Sholeh menyertai perjalanan pulang pada kehidupan yang lebih abadi di alam surga firdaus. Amin.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...