Petani Desa Selat Singaraja Memulai Masa Tanam


SINGARAJA — Petani Desa Selat di Jalan Raya Singaraja mulai menanam benih padi di bulan baru. Mereka membajak sawah yang sudah dialiri irigasi melalui sungai kecil yang membelah Desa Selat.
Benih padi yang ditanam adalah benih baru bantuan dari ujicoba Dinas Pertanian Singaraja , Kabupaten Buleleng. Proses pembajakan sawah dilakukan selama sepuluh hari dengan menggunakan mesin bajak sawah berbahan bakar bensin.
“desa selat merupakan salah satu desa penghubung antara Singaraja, Tabanan, dan Denpasar, jadi sudah seharusnya kami menghasilkan padi atau beras yang bisa memenuhi kebutuhan tiga daerah tersebut,” urai Pak Yono, petani Desa Selat yang berhasil ditemui Cendana News pada Selasa (28/7/2015)
Ada sekitar sepuluh hektar areal persawahan yang sedianya akan Ia kerjakan bersama petani lainnya untuk menanam benih padi. Cara menanam mereka adalah secara bergiliran per-satu hektar lahan persawahan.
“sistem bergiliran ini kami gunakan untuk melipat gandakan hasil pertanian, jadi nanti waktu lahan pertama panen, lahan kedua kan masih belum. Nanti pas lahan kedua panen, lahan pertama kami gunakan untuk menanam bunga pacar atau buah melon” jelas Kadek, rekan Yono.
“sesuai kebutuhan dan kesepakatan teman-teman di sini mau ditanam bunga atau buah. Yang penting terus menanam agar kami bisa selalu mendapatkan hasil panen selain dari padi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin sulit di Bali,” ujar Yono menambahkan. (Selasa,28 Juli 2015. Miechell Kuagouw)
Lihat juga...