Peternak Lele Dapatkan Hasil Bersih Rp.90 Juta Pertahun

CENDANANEWS (Surabaya) – Ternak lele atau budidaya ikan lele bisa dibilang menjanjikan bagi warga Desa Berat Kulon, Mojokerto. Pasalnya usaha yang digeluti oleh sekelompok warga ini membuahkan hasil yang memuaskan. Terbukti dengan hasil bersih dari usaha ini bisa mencapai lima juta rupiah per sekali panen. Saat ditemui oleh CND, Minggu (5/7) Ketua Kelompok Tani, Nur Yazid (45 tahun) menjelaskan bagaimana usaha ini berawal.
Ide awal pembuatan usaha ini, karena mendapatkan bantuan modal dana sebesar 60 juta rupiah untuk 10 orang anggota. Karena dirasa banyak yang memelihara sapi atau kambing. Kelompok ini pun mencari ide memelihara ikan lele. Kolam dibangun dengan ukuran 3×5 meter persegi yang terbagi dalam tiga petak kecil.
Modal awal pun habis untuk pembuatan kolam, sanitasi, bibit ikan dan beli pakan ikan. Bibit ikan ukuran 3 milimeter mencapai 70 ribu rupiah per 1000 ekor. Dan daya tampung kolam yang dimiliki kelompok ini mencapai 15 ribu ekor. Untuk biaya pakan sendiri sekitar 5 juta rupiah.
Setelah dua tahun berjalan, usaha ini memberikan hasil hingga 90 juta per tahun. Pendapatan bersih ini didapat dari selisih harga pasar lele dikurangi biaya pakan dan beli bibit.
Usaha ini pernah mengalami kendala pada tahun awal, ikan lele yang dibudidaya mati seluruhnya karena terkena penyakit.
“Kami akhirnya sering kumpul dengan peternak lele yang berhasil dan mendapatkan ilmu bagaimana cara penanganan yang baik,” jelas Yazid saat ditemui dikediamannya.
Jika lele terkena penyakit, tidak langsung dibuang tetapi bisa diobati. Misalnya lele terkena penyakit cacar, maka bisa diobati dengan pemberian batu kapur yang disebar di kolam.
“Kendala yang kami hadapi selain penyakit yaitu musim. Musim yang terlalu berubah drastis bisa berpengaruh terhadap pengembangan ikan,” katanya.
Jika musim hujan atau terlalu dingin maka pH air pun berubah sehingga banyak penyakit yang menyerang ikan lele.
Pemanenan bisa dilakukan dalam waktu dua bulan saja dari proses penyebaran bibit di kolam. Bulan pertama, ikan dipilah-pilah berdasarkan ukuran. Kemudian bulan kedua sudah siap panen dan dipasarkan.
“Harga ikan lele di pasar mencapai 20 ribu rupiah per kg, tapi kalau pengepul datang kesini dijual Rp.15.200 per kg,” jelasnya.
Penjualannya tidak dipasarkan ke pedagang di pasar, tapi ada pengepul yang datang ke rumahnya untuk memanen ikan lele tersebut. Hanya saja harganya selisih dengan harga di pasar.
“Kami berharap ada bantuan modal lagi, atau minimal bantuan bibit. Agar usaha ini lebih berkembang dan maju lagi.” Tutupnya.

——————————————————-
MINGGU, 05 Juli 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...