PPDB, Sekolah Favorit di Kota Mataram Jadi Buruan Calon Siswa

Sejumlah orang tua dan calon siswa baru nampak lalu lalang di halaman tengah di SMPN 1 Kota Mataram saat hendak melihat pengumuman
CENDANANEWS (Mataram) – Sejumlah sekolah favorit di Kota Mataram jadi rebutan calon siswa-siswi baru dari dalam maupun luar Kota yang hendak mendaftarkan diri dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. 
Pantauan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Mataram, Meski sistim PPDB dilaksanakan melalui jalur online, namun calon siswa-siswi baru didampingi orang tuanya nampak memadati papan pengumuman informasi yang disediakan pihak sekolah terkait mekanisme dan tatacara pendaftaran.
Juani orang tua siswa asal Cakranegara Kota Mataram mengatakan, anaknya sejak menerima pengumuman kelulusan sudah menyampaikan keinginannya untuk sekolah di SMPN 1 Mataram, makanya sewaktu PPDB mulai dibuka lansung minta didaftarkan.
“Namanya anak-anak kalau sudah maunya sekolah di sana, kalau tidak dituruti taunya bisa nangis, padahal yang namanya sekolah favorit seperti SMPN 1 Mataram, selain persaingannya ketat, biaya sekolah setiap bulan pasti mahal” kata Juaini di Mataram, Rabu (1/7/2015).
Hal yang sama juga diungkapkan Martini, orang tua asal Rembige, menurutnya untuk sekolah yang tidak favorit ja terkadang juga mahal, meski katanya ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tapi biaya pembelian seragam sekolah diluar seragam wajib,uang les semua itu kan butuh biaya.
Kalau bagi siswa yang orang tuanya mampu mungkin hal tersebut tidak menjadi persoalan, tapi bagi kita yang hanya petani yang pendapatannya tidak jelas, sudah pasti jadi masalah, uang puluhan ribu saja susahnya minta ampun dicari.
“Tapi yang terpenting sekarang, harapan saya seleksi PPDB inibisa berlansung secara jujur dan adil, jangan sampai ada permainan, terutama dari mereka yang memiliki uang banyak, supaya anaknya bisa diterima di sekolah bersangkutan, kalau itu sampai terjadi jelas kami tidak mampu,” terangnya.
Terpisah salah seorang guru SMPN 1 Mataram yang juga panitia PPDB yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan, sistim PPDB melalui jalur online sekarang, selain lebih mudah, juga meminimalisir terjadinya praktik percaloan, sehingga memang sangat terbuka dan transparan.
“Saya kira prosesnya sudah sangat mudah dan transparan, karena bisa dipantau lansung, cuma memang kendala yang masih jadi kendala dari sisi teknis yang dialami ombudsman adalah server dan konektivitas internet seringkali mengalami gangguan,”katanya.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...