PT Pelni Cabang Ambon Batasi Penumpang Arus Mudik

CENDANANEWS (Ambon) – Pimpinan PT Pelni Cabang Ambon Siswandi kepada wartawan di Ambon Senin (13/7/2015) mengatakan, jelang lebaran penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon masih normal atau belum mengalami peningkatan signifikan.
Menurtnya, arus penumpang masih normal. Dimana para penumpang yang berangkat dari Ambon tujuan Makasar dan Surabaya serta Jakarta menggunakan KM. Gunung Dempo Cuma 521 orang.
“Penumpang yang turun di Ambon dari Sorong 764 orang,” ujarnya.
Dikatakan, untuk penumpang yang berangkat menggunakan KM. Nggapulu Pelabuhan yos Sudarso Ambon Minggu (12/7/2015) ke Namlea, Bau-bau (Sulawesi Tenggara) dan Makasar Sulawesi Selatan mencapai 1.369 orang.
Menurut dia, jumlah penumpak tersebut kecuali KM.Tidar yang sudah berangkat pada Jumat 10 Juli 2015 dari Ambon tujuan Bau bau, Makasar, Surabaya serta Jakarta mencapai 1.700 orang.
Diakuinya, untuk lonjakan penumpang ke arah Indonesia barat memang mengalami peningkatan yakni mereka menumpangi KM.Tidar serta KM. Nggapulu yang mengangkut 1.369 orang penumpang.
Lanjutnya, pelayanan arus mudik lebaran tahun ini diberlakukan kebijakan pembatasan jumlah penumpang untuk semua kapal di bawah naungan PT.Pelni. 
“Kebijakan itu dikeluarkan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Kata dia, pembatasan ini berdasarkan dispensasi kapal. Sehingga pihak PT Pelni Ambon tidak bisa menampung banyak penumpang. Karena sudah dibatasi oleh Kemenhub.
Kebijakan itu kata dia, sudah diterapkan untuk KM. Tidar yang berangkat Jumat kemarin dari Ambon menuju Makasar, Surabaya dan Jakarta, dengan mengangkut 1.700 orang mendapat tambahan hanya 43,9 persen dari 2.000 orang penumpang yang biasa diangkut.
Sehingga selama arus mudik lebaran KM. Tidar Cuma hanya bisa mengakut penumpang sebanyak 3.104 orang.
Selanjutnya, KM. Sinabung (51,06 persen), KM.Ngapulu (39,43 persen), jadi prosentasi ini didapat dari jumlah speis yang tersedia serta alat bantu yang ada di atas kapal.
——————————————————-
SELASA, 14 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...