Satu Orang Meninggal Terserat Arus Saat Gempa di Mamberamo Raya

Kantor BMKG wilayah V di Kota Jayapura [Foto: Indrayadi TH]
JAYAPURA — Satu orang meninggal dunia akibat terseret arus sungai Mamberamo Raya saat gempa 7,2 SR terjadi di kabupaten tersebut. Pihak Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamberamo Raya mengaku untuk evakuasi korban menempuh dua hari perjalanan.
Disebutkan, Korban atas nama Naftali Rukweri (15) dari Distrik Mamberamo Raya Tengah, Kampung Heri, saat gempa sedang mencari ikan di pinggir sungai Mamberamo Raya.
“Korban jiwa satu orang, gempa yang terjadi tadi pagi juga mengakibatkan kerusakan beberapa bangunan di Mamberamo Raya, antara lain 2 rumah warga, salah satunya rusak berat, Rumah Sakit mengalami keretakan di delapan ruangan, satu gedung swasta alami rusak ringan,” kata Rumbino saat dihubungi Cendana News via seluler, Selasa (28/07/2015).
Saat ini, pihaknya tengah membangun koordinasi bersama pemerintah daerah Kabupaten Mamberamo Raya. 
“Untuk evakuasi korban jiwa belum dapat dilakukan, karena untuk menjangkau kampung tersebut harus menggunakan speedboad dengan jarak tempuh dua hari,” ujarnya.
Personil BPBD sendiri dikatakan Rumbino, sangat kurang, sehingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari kampung-kampung lain dampak dari gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi pada pukul 06.41 WIT.
“Personil 8 orang dan tenaga kontrak 8 orang jadi total kami berjumlah 16 orang, untuk sementara kami belum bisa lakukan tindakan apa-apa, kami masih menunggu informasi lanjutan dari pemda kabupaten Mamberamo Raya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Papua dan Papua Barat, Zem Irianto Padama mengaku terjadi gempa susulan sekitar pukul 07.26 wit berkekuatan 4,8 SR dan gempa susulan kedua pukul 07.35 wit 4,6 berkekuatan SR
Tak hanya di kabupaten Mamberamo Raya, dampak gempa terasa di beberapa kabupaten antara lain , Kabupaten Jayapura, Sarmi, Wamena, Serui, Kota Jayapura, Biak, Puncak Jaya, dan Kabupaten Keerom.
Salah satu warga Kabupaten Sarmi, Yanto mengaku saat getaran gempa dari Mamberamo Raya terasa ke Kabupaten Sarmi, seluruh warga berlarian keluar rumah, tapi tidak terjadi apa-apa.
“Kantor dan rumah-rumah warga aman,” kata Yanto.(Indrayadi T Hatta)
Lihat juga...