Sosialisasi Perpanjangan Pendaftaran Pemilukada Berlansung Ricuh

Sejumlah pendukung pasangan incumben Bakal calon Walikota Mataram, saat berseteru dengan KPU Kota Mataram
MATARAM — Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mataram tentang perpanjangan masa pendaftaran calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Mataram yang diikuti oleh semua perwakilan partai politik dan pendukung pasangan calon berlangung ricuh.
Hal itu disebabkan, salah satu perwakilan partai politik pengusung pasangan calon Wali Kota, Ahyar Abduh dan Wakil, Mohan Roliskana (AMAN), dari partai Golkar merasa tidak puas dengan sikap KPU yang tidak menggubris keinginan mereka untuk mencabut rekomendasi dukungan terhadap pasangan tersebut. 
Selain itu, mereka menilai surat rekomendasi dukungan tersebut diduga palsu karena tidak sesuai aturan. Dimana tidak disertai stempel basah.   
Ketua KPU Kota Mataram, Ainul Asikin mengatakan, tim sukses pasangan AMAN meminta KPU membatalkan surat rekomendasi dukungan pasangan calon. Selain itu, mereka menganggap surat tersebut diduga palsu disebabkan tidak menyertakan stempel basah dan hanya melalui fax.
“Iya, tim AMAN meminta menarik dukungan dan juga mereka menilai surat rekomendasi dukungan itu palsu karena hanya melalui fax,” ujarnya kepada wartawan di Mataram, Kamis (30/7/2015).
Namun pihaknya bersikukuh bahwa surat rekomendasi dukungan partai politik pengusung tidak bisa ditarik kembali dan asli. Sebab, rekomendasi tersebut sudah dilakukan verifikasi melalui pleno dan sudah masuk dalam berita acara.
Ia menduga, keinginan tim sukses AMAN untuk menarik dukungannya sebagai upaya agar bisa mencalonkan pasangan kepala daerah yang lain. Sebab, jika  parpol tersebut keluar untuk tidak mendukung maka dengan jumlah kursi yang ada bisa memenuhi persyaratan sebesar 20 persen.
Ainul mengatakan, pihaknya menunda sosialisasi tersebut dan segera berkonsultasi dengan KPU Provinsi dan Pusat. Meski begitu, dirinya mengungkapkan peluang agar surat rekomendasi dukungan parpol pengusung tidak bisa ditarik kembali.  
“Kita akan konsultasi dan kita netral,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, apakah ke depan akan berubah atau tidak tergantung konsultasi dengan KPU Provinsi dan Pusat. Namun, kemungkinan besar tetap surat rekomendasi dukungan tidak bisa ditarik kembali.
Menurutnya, kericuhan yang terjadi pada sosialisasi tidak akan berpengaruh terhadap penyelenggaran tahapan pemilu. Termasuk masa pendaftaran calon kepala daerah dalam pilkada Kota Mataram yang berakhir tanggal 3 Agustus.
Sosialisasi
KAMIS, 30 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...