Swasembada Pangan, NTB Targetkan Peningkatan Produksi Padi

Salah satu lahan pertanian di kawasan Narmada, Kabupaten Lombok Barat [Foto: Turmuzi]
MATARAM — Sebagai daerah pertanian, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan tugas dari pemerintah pusat untuk bisa memenuhi stok Nasional bidang swasembada pangan dengan target seratus ton per tahun.
“NTB termasuk salah satu daerah yang diperintahkan bisa memenuhi stok nasional di bidang swasembada pangan,” ungkap Danrem 162 Wira Bhakti, Lalu Rudy Irhan Srigede, usai menghadiri rapat paripurna pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB tahun 2015 di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Rabu (29/7/2015).
Dijelaskan, untuk mencapai target tersebut, sebagai institusi yang telah diamanatkan ikut membantu pemerintah dalam peningkatan swasembada pangan, TNI terus melakukan pendampingan kepada masyarakat terkait dengan bagaimana pola tanam dan perawatan yang baik, supaya panen bisa melimpah.
Dikatakan, selain pendampingan, TNI melalui setiap anggota yang ditugaskan di setiap Kabupaten, Kecamatan hingga pedesaan juga membuat tanaman padi percontohan, dimana satu daerah tanaman percontohan luasnya sekitar setengah hektar dengan sisitim tanam jajar legowo.
“Jadi dalam upaya mencapai seratus ribu ton swasembada pangan, kita di masyarakat tidak hanya melakukan pendampingan maupun menggurui masyarakat, tapi lansung kita buktikan dengan praktik bercocok tanam,”katanya.
Disebutkan, percontohan tersebut menjadi acuan masyarakat, bahwa sistim tanam yang kita praktikkan, hasilnya bisa lebih besar dari sistim tanam biasa yang selama ini dilakukan. 
“Sistim tanam jajar legowo yang dipraktikkan TNI di beberapa daerah di Pulau Jawa memang sudah terbukti lebih menjanjikan dari sisi hasil,”sebutnya.
Disebutkan, pada musim panen tahun ini, capaian produksi swasembada pangan secara nasional mencapai 75,55 ribu ton, artinya ada peningkatan sebesar 4,7 ton.
“NTB sendiri berdasarkan data sementara yang saya terima juga ada peningkatan dari sisi produksi, tapi jumlah pastinya memang masih dalam proses pendataan, tapi yang jelas ada peningkatan,”sebutnya.(Turmuzi)
Lihat juga...