Tak Akan Ada Kekeringan, Karena Hujan Mulai Mengguyur Kendari


KENDARI — Di beberapa daerah di Jawa, Sumatra dan Nusa Tenggara Barat santer kabar tentang akan adanya kekeringan, bahkan sudah ada beberapa wilayah yang mempersiapkan pasokan air bersih untuk warga. 

Berbeda dengan Kendari, ibukota provinsi yang dijuluki Kota Hijau ini sudah rutin diguyur hujan dalam tiga hari terakhir. Hujan dengan tingkat normal mengguyur Kendari setiap harinya. Bisa pagi, siang, sore atau malam. Tetapi dalam tiga hari terakhir belum ada hujan yang turun tanpa henti dalam satu hari penuh. 
“Kalau di Sulawesi Tenggara, yang pernah kekeringan itu daerah Kabupaten Bombana, bulan-bulan begini ini tahun lalu” jelas Pak Husmin, salah seorang pensiunan PNS yang lebih akrab disapa Kakek. Ia kini menghabiskan masa tuanya dengan mengurus kebun yang dipenuhi tanaman buah-buahan seperti nanas, durian, pisang dan yang sekarang ini tengah berbuah lebat adalah mangga. Selain kebun, Ia juga mengurus kolam ikan yang Ia isi dengan ikan lele dan nila.
Lelaki yang masih nampak sehat diusia senja ini berharap, Kendari tetap dijauhkan dari bencana kekeringan seperti daerah-daerah lainnya, tetapi juga jangan sampai hujan menjadi bencana baru yaitu banjir. “Kalau di sini (Puwatu) sudah pasti tidak ada banjir karena daerah tinggi, tetapi di kota (pusat kota Kendari) sering banjir kalau hujannya tidak berhenti” jelasnya. 
Dijumpai di tempat berbeda, Pak Lanu, seorang pedagang es teler asal Nusa Tenggara Barat ini menyampaikan, senang hujan turun tetapi harapnya jangan siang hari karena mempengaruhi pendapatannya sebagai pedagang es di sekitar Teluk Kendari ini.
“Kalau bisa hujannya malam saja, biar tidurnya enak. Jangan siang, nanti sepi yang beli es” katanya sambil tertawa. 
Demikianlah hujan, bisa jadi berkah bagi sebagian manusia, tetapi tidak bagi yang lainnya. Tetapi yang paling pasti, hujan adalah penyelamat dari bencana kekeringan. (Rabu, 29/7/2015. Gani Khair)
Lihat juga...