Tidak Terima Ditegur, Oknum Satpam Unram Pukul Wartawan

Wartawan LKBN Antara, Dimas Pratama saat menjalani BAP di Polres Mataram
CENDANANEWS (Mataram) – Tidak terima ditegur, seorang oknum Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Mataram (Unram) menganiaya wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Dimas Budi Pratama. Dan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polres Mataram.
Dimas dianiaya saat hendak mengambil motor di Fakultas Tekhnik Unram untuk melakukan peliputan kebakaran di kawasan Cakra Kota Mataram pada Jumat malam. Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka sobek di bagian bibir atas sebelah kirinya.
“Satpam itu memukul saya tepat di bagian rahang kiri menggunakan tangan kanannya,” kata Dimas usai memberikan keterangan kepada pihak penyidik Satuan Reserse daan Kriminal (Satreskrim) Polres Mataram, Sabtu (4/7/2015).
Dimas mengatakan pemukulan itu terjadi berawal saat dirinya hendak mengambil kendaraannya di Fakultas Teknik Unram, sekitar pukul 21.00 WITA. Awalnya saya mau mengejar liputan peristiwa kebakaran di Cakranegara, jadinya saya ambil kendaraan dulu di kampus.
Saat korban masuk Unram diantar rekannya melalui pintu masuk bagian utara, ada batu bata yang tingginya sekitar 30 centimeter sengaja disusun berjejer, menutupi badan jalan saat melintasi pos Satpam, korban kemudian menegur sekelompok Satpam penjaga supaya batu jangan disimpan di tengah jalan karena sangat membahayakan pengguna jalan.
“Saya hanya meminta supaya tidak menaruh batu bata tersebut di tengah jalan, karena sangat membahayakan pengguna jalan, itu saja saya katakan, tapi kenapa dia marah-marah dan mencaci maki saya dengan kata-kata kotor,” ungkapnya
Sikap satpam tersebut jelas tidak saya terima dan meminta penjelasan apa maksudnya berkata begitu, bukannya dijelaskan, oknum satpan malah mencekik dan memukul pelipis saya sampai sobek di bagian dalam.
Bahkan bersama satpam lainnya sempat mau mengeroyok saya, tapi setelah saya mengaku dari wartawan baru dia berhenti memukul dan melunak.
Atas kejadian tersebut, Dimas kemudian langsung mendatangi SPKT Polres Mataram dan melaporkan aksi satpam penjaga Unram tersebut.
“Sudah saya lapor dan langsung di visum di RS Bhayangkara Mataram, dan langsung dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) dan oknum satpam akan dipanggil pada Senin (6/7) untuk dimintai keterangan terkait penganiayaan yang dilakukan.
Terpisah, wakil rektor dua Unram, Wisapta Karyadi mengaku tidak tahu-menahu terkait adanya kejadian pemukulan wartawan LKBN Antara oleh satpam, karena belum menerima laporan dari kepala satpam.
“Belum tahu saya, tapi atas nama lembaga, saya menyampaikan permintaan maaf kepada teman wartawan dan akan segera mengumpulkan seluruh petugas keamanan untuk dievaluasi dan untuk diingatkan,” katanya.
——————————————————-
SABTU, 03 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...