Titiek Soeharto Bagikan 5000 Sembako di DI. Yogyakarta

Pembagian Sembako Gratis
CENDANANEWS (Yogyakarta) – Kepedulian terhadap masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan merayakan lebaran Idul Fitri, Putri Mendiang Presiden Soeharto, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto membagikan lima ribu paket sembako gratis di lima daerah.
“Kedatangan ini, sebagai wujud rasa terimakasih pada ibu dan bapak ‘sedoyo mawon’, berbagi rezki yang sudah diperoleh. Sembako ini adalah rejeki, semoga bisa tetap melanggengkan Silaturahmi, mohon jangan di liat barang nya, tapi rasa peduli dan empati yang tulus dari saya,”kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, di Kulon Progo, Senin (13/7/2015).
Pembagian sembako gratis yang dilakasanakan selama dua hari ditujukan untuk lima Kabupaten Kota di Yogyakarta, yakni  Desa Madurejo – Sleman,  Desa Srimartani – Bantul, Desa Salam – Gunung kidul, Desa Salarejo – Kulon Progo, Kota Yogyakarta.
Disebutkan, pemilihan daerah penerima sembako gratis melalui beberapa pertimbangan, diantaranya pekerjaan masyarakatnya. Seperti halnya daerah Madurejo dan Srimartani, hampir 80 persen para penduduk bermata pencarian petani.
Selain membagikan 1000 sembako gratis untuk setiap daerah yang dikunjungi, Titiek soeharto juga melakukan peninjauan kesetiap daerah dan mempelajari bantuan apa yang seharusnya diberikan untuk masyarakat setempat.
Seperti Desa Salam, situasi daerah dinilai sektor wisata yang menjadi andalan peningkatan ekonomi. Di desa ini, bantuan yang cocok seperti pemberdayaan masyarakat dan ikut memperjuangkan, mempromosikan sektor wisata.
“Saya menerima dan akan meriset apa yang sebaiknya dan pas untuk desa ini Bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakatnya, sehingga sinkron dengan apa yang di butuhkan,” Kata Titiek Soeharto.
Kunjungi Pasar Piyungan dan berdialog dengan pedagang
Tidak hanya dalam melihat potensi daerah, Titiek Soeharto juga melihat nasib pedagang pasar tradisional yang ada di pasar Piyungan. Dari pedagang Dia mendapatkan banyak masukan, diantaranya harga sembako yang mahal termasuk yang diimpor. Dari kunjungan ke pasar Piyungan, Titiek sempat memberikan catatan tentang komoditas Bawang Putih pada awak media.
“Saya heran, kenapa komoditas ini selalu mahal dan Import, kalau cuma setahun impor wajar, tapi kalau impor itu terus berlanjut, ini yang akan jadi catatan dan di cari solusinya,” ujar Titiek.
Sementara itu, ucapan terimakasih berdatangan dari penerima sembako gratis, salah satunya Jiem (67) warga piyungan.
“Matur nuwun sanget, sampun di paringi, saget ngge Bakdho, ” kata Jiem (terima kasih sekali,sudah di kasih,bisa untuk lebaran).
Selain itu, pedagang saat dialog juga menyampaikan beberapa keluhan, Pasar Piyungan ini dibangun setelah ada Gempa Yogya 2006, tempat nya sudah nyaman.
“Namun sekarang sayang nya,omset kami menurun,setelah banyak nya toko moderen,” Ujar pedagang Kelontong yang tak mau menyebutkan namanya.
Harapanya para pihak pengambil keptusan dapat memperhatikan keadaan pedagang tradisional setelah banyaknya toko moderen dengan mengatur adanya toko moderen. 
Untuk agenda di hari ke dua (13/7/15), di laksanakan di Kabupaten Kulon Progo bertempat di Balai Langit Desa Salarejo kecamatan Sentolo kabupaten Kulon Progo. Dan di lanjutkan dengan Hal yang sama di Kantor DPD Golkar Kota Madya Yogyakarta,melengkapi pembagian 5000 paket sembako. Dan merupakan penutup agenda reses di tahun 2015 menjelang Lebaran.

——————————————————-
MINGGU, 12 Juli 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...