Titiek Soeharto Disambut Antusias Warga Lampung Selatan

LAMPUNG — Komisi IV DPR RI Kamis, (9/7/2015) melakukan kunjungan kerja hari kedua ke Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah serta Metro. Kunjungan kerja komisi IV yang membidangi  Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan dan Pangan tersebut diantaranya meninjau lahan pertanian di Lampung Selatan.

Dalam kunjungan ke Lampung Selatan Titiek Hediati Soeharto dan rombongan komisi IV DPR RI meninjau pembangunan jaringan irigasi tersier di lahan persawahan Desa Sukaraja Kecamatan Palas Lampung Selatan. Ia disambut hangat oleh para petani yang ada di desa tersebut.

Titiek Soeharto selaku ketua rombongan sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota DPR RI lainnya yang meninjau lokasi irigasi tersier dan persawahan di Desa Sukaraja didampingi Kadis Pertanian Provinsi Lampung Lana Rekyanti.

Saat mengunjungi lokasi irigasi tersier tersebut Siti Hediati Soeharto mengungkapkan peran irigasi sangat diperlukan untuk pengairan lahan sawah terutama di musim kemarau saat debit air sungai untuk pengairan lahan sawah menyusut.

“Kesulitan petani akan ketersediaan air perlu dibantu dengan sistem pompanisasi terutama jika tak ada sumber air pada musim kemarau sehingga petani masih bisa menggarap lahan sawahnya untuk produksi padi,” jelas Mbak Titiek, demikian Ia biasa disapa.

Saluran irigasi di Desa Sukaraja seperti diungkapkan Kadis Pertanian Provinsi Lampung Lana Rekyanti kepada rombongan komisi IV DPR RI mampu mengairi lahan persawahan sekitar 100 hektar lebih. Oleh pemerintah para petani diberikan bantuan untuk membuat saluran irigasi tersier yang dilakukan oleh para gabungan kelompok petani (gapoktan).

Seusai melakukan kunjungan ke saluran irigasi, Mbak Titiek beserta rombongan juga berkesempatan memberikan bantuan secara simbolis sebanyak 10 unit handtractor serta 2 unit mesin pompa air untuk memudahkan petani dalam mengolah lahan sawahnya.

“Petani adalah salah satu  tulang punggung perekonomian Nasional sehingga perlu adanya modernisasi alat serta sarana penunjang untuk pertanian,” jelasnya..

Kedatangan putri Presiden Kedua HM Soeharto tersebut disambut antusias karena masih banyak masyarakat yang rindu pada sosok HM Soeharto. Karena pada era Pak Harto lah dimulainya pembangunan di daerah Palas Sragi sehingga menjadi wilayah pertanian dengan sarana irigasi yang yang cukup bagus.

Masyarakat pun, khususnya kaum ibu, menjadikan momen ini sebagai ajang untuk berfoto bersama dengan Mbak Titiek.

“Bu boleh ga foto bareng dulu, mumpung ibu ke sini sebab kapan lagi ibu akan ke sini buat kenang kenangan foto dulu bu,” ungkap salah satu wanita saat meminta foto bersama.

Setelah melakukan kunjungan ke Palas rombongan komisi IV DPR RI diantaranya Sudin, Ono Surono, Effendi Sianipar, Darori Wonodipuro , Daniel Johan,  Al Muzzamil Yusuf, dilanjutkan meninjau eksplorasi energi panas bumi (geothermal) di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

Dalam kunker ke PT Supreme Energy Rajabasa (SERB) tersebut, Titiek dan rombongan melihat dermaga jeti untuk persiapan pengeboran panas bumi di Gunung Rajabasa. Titiek berharap kepada PT SERB bisa mengelola geotermal dengan ketentuan yang ada dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar Gunung Rajabasa.

Kunjungan selanjutnya rombongan komisi IV DPR RI menuju Kecamatan Sidomulyo  meninjau peternakan Sapi PT.Agro Giri Perkasa (AGP) dan PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA). Dalam kunjungan ke PT AGP dan PT JJAA tersebut rombongan berkesempatan melihat peternakan sapi jenis Brahman Cross di PT JJAA yang telah berdiri sejak tahun 2002 tersebut.

Saat diwawancarai di lokasi penggemukan sapi, Titiek mengungkapkan saat ini Indonesia masih harus terus meningkatkan swasembada daging dengan melakukan peningkatan sektor peternakan. Bahkan Siti Hediati mengakui meski pemerintah telah berkali kali mencanangkan program swasembada daging namun masih banyak terjadi kebutuhan sapi diimpor dari luar negeri.

“Pemerintah selama ini masih terus mengusahakan swasembada daging bahkan meminta kepada pemerintah daerah meningkatkan produksi ternak namun toh tetap belum tercapai,”ungkap Siti Hediati Soeharto di lokasi penggemukan sapi PT JJAA.

Selain peningkatan swasembada daging khususnya sapi Ia juga mengharapkan adanya langkah pemerintah dalam upaya penyelamatan betina produktif.

Sementara itu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi daging ternyata tidak efektif karena faktanya banyak betina produktif yang dipotong. Karenanya PT JJAA telah melakukan upaya kerjasama dengan masyarakat dengan pola kemitraan.

Pola kemitraan tersebut dilakukan dengan memberi kesempatan para petani pekebun kelapa sawit karena keuntungan penggemukan lebih efektif dengan cara kerjasama dengan para petani penanam kelapa sawit.

—————————————————–
Sabtu, 10 Juli 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————————-

Lihat juga...