Tradisi Perayaan Lebaran Masyarakat Pedesaan Lombok Tengah

Rohuin, warga Desa Banyuurip, Lombok Tengah
CENDANANEWS (Lombok Tengah) — Di tengah gegap gempita dan eforia warga masyarakat perkotaan menyambut Hari Raya Idhul Fitri dengan berbelanja berburu baju baru. Pada sebagian masyarakat pedesaan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB), persiapan menyambut perayaan lebaran justru dilakukan dengan menyibukkan diri membuat berbagai macam jajanan tradisional khas Suku Sasak Lombok
“Kita biasanya, kalau satu hari sebelum lebaran membuat berbagai adonan jajanan khas Lombok seperti jajan tarek, angin-angin, renggi, kecipu, komak dan beberapa jenis jajan lain yang dibuat dari beras ketan yang biasa digunakan untuk adonan jajan” kata Rohani warga Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (16/7/2015)
Sambil disibukkan menggoreng jajanan yang dibuat, Rohani menceritakan bahwa tradisi membuat jajanan jelang hari besar keagamaan seperti lebaran merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang biasa dilakukan sampai sekarang
Rohuin, warga lainnya mengatakan, berbagai jenis jajanan tersebut biasanya dibuat dalam jumlah banyak, baik untuk disuguhkan kepada setiap tamu undangan maupun warga lain yang sekedar datang bersilaturrahmi termasuk juga untuk jajanan bersama keluarga di rumah
“Membuat jajanan seperti sekarang sudah biasa dilakukan dan dibuat dalam jumlah banyak, satu jenis jajanan biasanya kita buat satu sampai dua toples besar seukuran ember ember besar” ungkapnya
———————————————————-
Kamis, 16 Juli 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : Gani Khair
———————————————————-
Lihat juga...