“Transformers” Versi Wayan Darna, Petani Kreatif dari Bedugul.


TABANAN—Dalam Film layar lebar Transformers penonton dibuat terkesima oleh kecanggihan teknologi film ini dalam menyuguhkan transformasi para Autorobots dari kendaraan roda empat menjadi robot-robot perkasa. 
Di Desa Wanagiri, Banjar Dinas Aspanji, Bedugul ada sosok muda yang sangat sangat kreatif bernama Wayan Darna. Bli Wayan demikian Ia biasa disapa adalah seorang petani sayuran yang memiliki ide melakukan transformasi dari sayuran menjadi tanaman hias. 
Ide cemerlang ini muncul ketika Ia sebagai seorang petani sayuran mulai mencoba menanam beberapa tanaman hias seperti bunga ratna, rosemary, dan kastuba. “Melihat warna bunga ratna yang ungu mempesona, rosemary hijau nan anggun, dan bunga kastuba yang merah merona, muncul ide untuk membudidayakan pandan ungu, dan saya berhasil” jelas Wayan. 
Sawi putih yang berubah menjadi bunga cantik berwarna hijau dan kol yang berubah jadi tanaman hijau menjulang tinggi
Tidak hanya sampai di situ. Ketika Ia melihat keindahan warna bunga-bunga dari tanaman hias yang ditanamnya, sebagai petani sawi putih dan kol, Ia berfikir, alangkah semakin indahnya jika sawi putih dan kol ini “dikawinkan” dengan tanaman hias untuk menjadi sebuah kebun bunga yang indah.
Maka Wayan memulai melakukan uji coba untuk menjadikan sayuran kol dan sawi putih menjadi tanaman hias. Ide cemerlangnya tidak mudah dipraktekkan, Ia mengakuinya. Karena butuh proses uji coba yang cukup panjang, yaitu 5 tahun. 
Kepada Cendana News, Ia membuka sedikit tentang resep merubah kol dan sawi putih menjadi tanaman hias “sawi putih ini ternyata jika diberi pupuk bokashi dan di tanam di lahan berhawa dingin seperti Bedugul ini akan menghasilkan warna daun hijau yang lebih halus sehingga membuat sawi tersebut tidak kelihatan sebagai sayuran untuk bahan makanan sehari-hari. Begitu pula Kol yang bisa tumbuh daun berwarna merah ditengah-tengah kembang kolnya,” jelas Wayan 

Ini warna-warna tanaman hias yang  Wayan katakan merona, mempesona dan anggun.
Wayan menambahkan, agar buah kol tidak tumbuh, petani harus rajin memotongnya, sehingga dalam prosesnya bunga akan berubah warna menjadi kemerahan. Selain itu, harus juga ditunjang dengan berbagai pupuk Bokashi ((kompos yang pembuatannya melalui proses fermentasi). Wayan menjelaskan, pupuk yang Ia butuhkan sampai sekarang ini, harus didapat dengan cara membeli dari pembuat pupuk di Pulau Jawa.  
Kegigihan Wayan dan petani sayuran yang mendukungnya membuahkan hasil yang luar biasa. Kini, kesuksesannya mentransformasikan sayuran menjadi tanaman hias telah mendapatkan kepercayaan dari banyak hotel di Singaraja, Denpasar dan Seririt untuk menjalin kerjasama.
“Hotel-hotel di Singaraja, Denpasar dan Sririt sudah banyak yang menjadikan karya kami sebagai penghias halaman hotel mereka. Kami bangga. Kami nggak nyangka sekaligus gembira, walaupun dalam prosesnya banyak menemui kendala, dan beberapa kali merugi tapi kami tetap semangat.” jelasnya kepada Cendana News dengan berbinar-binar.
Harapan Wayan Darna dan rekan-rekannya, usaha mereka kedepan semakin maju dan dan dapat diterima oleh banyak daerah yang ada di Indonesia, dan bisa dilakukan oleh petani sayuran di luar Pulau Bali.
“tidak selamanya petani sayur berurusan dengan sayuran, adakalanya harus bisa berurusan dengan tanaman hias. Memang butuh proses memulainya, tapi hasilnya lumayan buat seorang petani sayur seperti kami. Sekarang kami sedang berusaha mengembangkan tanaman tomat hias. Film Transformers kan juga ada bagian I, II, III, sayuran saya juga begitu. Tunggu saja tanggal mainnya.” ucapnya sambil tertawa.
JUM’AT, 31 Juli 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kugaouw
Editor : Gani Khair
Lihat juga...