Truk Tertahan Sopir Keluhkan Biaya Operasional Membengkak


CENDANANEWS (Lampung) — Arus balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan menunjukkan kenaikan khususnya arus kendaraan barang serta sembako yang mulai diperbolehkan melintas. Peningkatan arus kendaraan tersebut terlihat dari beberapa area kantong parkir semua dermaga di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Tak hanya mengakibatkan penuhnya kantong parkir, beberapa rumah makan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera pun penuh oleh kendaraan bahkan di kantor balai karantina pertanian Lampung.
Penuhnya kendaraan sejak malam hari Jumat (24/7/2015) hingga hari ini Sabtu (25/7/2015) mengakibatkan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Lampung Selatan dengan melakukan sistem buka tutup. Sistem buka tutup tersebut dilakukan setelah melihat banyaknya kendaraan dalam arus balik tahun ini.
“Kami fleksibel dalam memberlakukan pelarangan serta kesempatan kepada para pengguna kendaraan untuk melintas atau sementara beristirahat sebelum menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni,” ungkap Manager Operasional PT ASDP Bakauheni Heru Purwanto saat dikonfirmasi Cendana News Sabtu (25/7/2015).
Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari kemacetan pada arus balik di dermaga Pelabuhan Bakauheni.Akibatnya ratusan truk yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terpaksa parkir di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Heru mengungkapkan prioritas arus balik pada H+7 hingga hari ini masih diutamakan bagi kendaraan pengangkut penumpang mudik sehingga truk sementara ditahan dan diperbolehkan saat arus sedang sepi.
Akibatnya ratusan sopir kendaraan jenis truk tersebut mengeluh karena belum bisa menyeberang menggunakan kapal Roll on Roll Off(Roro). Tertahannya truk di beberapa rumah makan, SPBU serta warung makan yang berfungsi sebagai kantong parkir tersebut mengakibatkan biaya operasional yang dikeluarkan membengkak.
Menurut salah satu sopir Zaelani, membengkaknya biaya operasional tersebut meliputi biaya makan serta biaya lain lain yang harus dikeluarkan selama truk mereka tertahan.
“Saya harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli makan minum bahkan untuk parkir karena belum bisa menyeberang dari kemarin hingga hari ini,”ujar Zaelani yang membawa muatan barang barang kelontong.
Sementara itu sopir kendaraan truk pembawa ternak sapi dari Lampung menuju Pulau Jawa juga mengeluh karena kondisi ternak sapi yang mereka bawa harus selalu mendapat minum dan makan. Beberapa truk bahkan terpaksa berhenti lama untuk memberi minum dan makan selama dalam perjalanan.
Beberapa truk pembawa ternak sapi terlihat masih terparkir sambil menunggu hingga siang hari hingga akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak Banten.
Pihak PT ASDP menyiapkan sekitar 29 kapal Roll on Roll Of (Roro) untuk mengangkut pemudik berbagai jenis. Kenaikan pemudik tersebut berdasarkan pantauan media CND diantisipasi ileh PT ASDP dengan mengerahkan kapal kapal berukuran lebih dari 5000 GT untuk mengangkut pemudik yang akan kembali ke pulau Jawa.
Hingga siang hari data posko angkutan lebaran Pelabuhan Bakauheni sudah sekitar 576.76 penumpang kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera atau sekitar 89 persen, atau belum kembali sebanyak 71.324 orang. Kendaraan roda dua dari Pulau Sumatera ke Jawa sebanyak 54.817 unit atau sekitar 84 persen dan belum kembali sekitar 10.539 unit, kendaraan roda empat mencapai 65.209 unit atau sekitar 88 persen menuju ke Pulau Jawa dan 8.987 unit belum kembali.
——————————————————
Sabtu, 25 Juli 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : Gani Khair
——————————————————
Lihat juga...