Warga Keluhkan Rambu Lalin Hilang dan Rusak Jelang Arus Mudik

CENDANANEWS (Lampung) – Warga sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Provinsi Lampung mengeluhkan kerusakan rambu lalulintas (lalin) yang ada di beberapa titik rawan kecelakaan. Bahkan beberapa rambu lalin yang terpasang di tepi jalan terlihat roboh, hilang dan dibiarkan tanpa perbaikan oleh instansi terkait.
Rambu lalu lintas adalah bagian dari perlengkapan jalan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan yang tentunya untuk keselamatan pengguna jalan.
“Kalau di sepanjang Jalinsum ada beberapa titik yang memang saya lihat sudah rusak rambu rambunya seperti di Desa Hatta, roboh beberapa tahun ini tapi dibiarkan,”ungkap Rusli (37) warga Desa Hatta kepada media CND Minggu (5/7/2015).
Menurut Rusli, beberapa titik di Desa Hatta telah dipasang rambu-rambu lalu lintas dan delineator(patok Jalan) pada setiap tikungan tajam yang rawan kecelakaan. Hal ini memang sangat perlu mengingat pada titik-titik tersebut sama sekali tidak ada lampu penerang jalan. Selain patok jalan juga dipasang di tikungan tajam tersebut beberapa pagar pengaman jalan (guard rail) yang sudah rusak dan terlepas.
Menurut Rusli Kondisi jalanan yang ada di tikungan serta turunan desa Hatta serta kondisi malam yang gelap sangat cocok untuk dipasangi delineator karena dengan adanya delineator  yang dipasang di pinggir kiri atau kanan jalan, akan memberikan peringatan bagi para pengemudi kendaraan bahwa jalan yang sedang dilalui cukup berbahaya, selain itu delineator dilengkapi dengan dua reflektor, warna merah dan putih pada posisi berlawanan. Warna merah akan terlihat pada posisi sebelah kiri dan warna putih akan terlihat pada sebelah kanan.
“Kalau kena sorot lampu kan patok jalan tersebut menyala namun sayang beberapa sudah hilang, demikian juga dengan lampu jalan tenaga surya yang tidak berfungsi akibat batere dicuri orang,”keluh Rusli.
Namun dalam beberapa bulan saja, Banyak dari rambu-rambu lalu lintas yang telah terpasang tersebut dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, ada yang sekedar dirusak ada yang dibuang ada juga yang diambil (hilang). Bagi pengendara kendaraan bahkan menjelang arus mudik, jika tak diperbaiki sejak H-15 kondisi rambu rambu rusak serta lampu jalan tak menyala akan “dinikmati” para pengendara.
Dari pantauan media CND, selain lampu jalan yang sudah tak menyala di malam hari, beberapa rambu telah hilang sementara rail guard yang ada si sisi kanan dan kiri menjelang kantor Karantina Pertanian Bakauheni sudah rusak di beberapa sisi tanpa adanya reflektor.
Selain Rusli, keluhan kondisi rambu lalu lintas di titik rawan yakni tikungan dan turunan juga diungkapkan Zainudin (40) warga Gubuk Seng yang jalurnya memiliki tikungan dan turunan panjang yang mengaku kondisi rambu serta lampu lalu lintas sudah sebagain besar rusak.
“Di jalur ini sudah dua kali mobil rem blong menabrak dua rumah, mobil masuk jurang ditambah lampu jalan serta rambu yang rusak sangat membahayakan,”ujar Zainudin.
Ia berharap para pengendara yang akan melintas di Jalan Lintas Sumatera ruas tersebut agar berhati hati. Apalagi sebentar lagi arus mudik lebaran rambu rambu petunjuk serta lampu jalan sangat diperlukan bagi para pengendara kendaraan yang melintas.
Sementara itu Sementara Kepala Seksi Prasarana keselamatan angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Deni Irawan saat dikonfirmasi CND mengungkapkan sudah ada tim survei dari Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang melakukan pengecekan kerusakan rambu rambu lalulintas tersebut. Ia membenarkan bahwa di beberapa titik ditemukan kerusakan rambu lalulintas disertai beberapa lampu jalan yang mati.
“Kita pernah mendapat pemberitahuan baik lisan maupun tulisan dari Polres Lamsel lalu kita teruskan ke Dishub Provinsi untuk ditindaklanjuti,”ujar Deni Irawan.
Ia bahkan mengungkapkan khusus untuk lampu jalan yang sebagian menggunakan tenaga surya sudah dilakukan survei oleh tim dari pemerintah pusat terkait sarana dan prasarana. Namun setelah diperbaiki terkadang batere untuk lampu tenaga surya tersebut selalu hilang karena dicuri orang tak bertanggungjawab.
“Masih ada waktu sebelum puncak arus mudik semoga segera diperbaiki baik rambu lalulintas maupun lampu jalan yang rusak,”ungkap Deni.
Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dishub Provinsi untuk memberi kenyamanan kepada pengguna jalan terutama dengan memberikan tambahan rambu, lampu pada jalur jalur rawan kecelakaan sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

——————————————————-
MINGGU, 05 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...