Warga Terpaksa Tunggu 3 Jam untuk Dapatkan Elpiji Murah

CENDANANEWS (Lampung) – Warga di Kecamatan Penengahan Lampung Selatan rela menunggu berjam jam untuk memperoleh elpiji tabung 3 kilogram, yang dijual dalam operasi pasar murah, di halaman kompleks Kecamatan Penengahan tersebut.
Salah satu warga dari Desa Pisang Kecamatan Penengahan yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi pasar murah, mengaku harus rela berangkat pagi-pagi demi memperoleh tabung elpiji ukuran 3 kilogram dengan harga lebih murah daripada di tingkat pengecer.
“Saya sudah datang sejak pagi namun hingga sekarang belum dapat elpiji ukuran 3 kilogram yang harganya katanya lebih murah,”ungkap Solikin kepada media CND di lokasi pasar murah Selasa (7/7/2015)
Ia mengungkapkan menurut informasi elpiji yang akan dijual oleh Pertamina di pasar murah hanya Rp15.000. Namun karena hingga siang hari tabung elpiji yang akan dijual tak kunjung datang Solikin akhirnya pulang.
“Saya mending pulang aja beli di warung meski harganya sedikit mahal karena saya sejak pagi di sini sudah rugi waktu seharusnya ke ladang,” ujar Solikin.
Keluhan senada disampaikan Burhan warga Desa Klaten yangn mengaku menunggu sejak pagi. Ia mengaku harga elpiji di warung mencapai Rp22.000 namun meskipun uharga di pasar murah lebih miring namun karena sejak pagi belum datang ia pun memutuskan pulang.
“Capek saya nunggu mau beli elpiji dan katanya pasar murah tapi harganya juga tak jauh berbeda dengan harga di warung,”ungkapnya.
Tingginya tingkat kebutuhan jelang lebaran, sebabkan pasar murah yang diadakan oleh beberapa pabrikan penyedia kebutuhan pokok, pengusaha peternakan langsung diserbu warga.
Berdasarkan pantauan media ini sejak pagi ratusan masyarakat dari berbagai desa mulai memadati tenda berukuran 10x15meter yang didirikan di lapangan depan kompleks Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung. Namun warga mengeluhkan pasar murah elpiji yang tak kunjung tiba hingga siang hari.
——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...