?PUKAT FH UGM Memprotes Intervensi Seskab Terhadap Pansel KPK

YOGYAKARTA — Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum UGM dan sejumlah elemen anti korupsi di Yogyakarta, memprotes permintaan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, kepada Pansel KPK terkait kelulusan Calon Pimpinan (Capim) KPK yang sedang diuji.

Permintaan Seskab kepada Pansel KPK itu dianggap sebagai intervensi yang akan berdampak kepada pelemahan lembaga antirasuah tersebut di masa mendatang. 

Dalam pernyataan bersama, mereka memprotes permintaan Seskab, Pramono Anung, yang menyatakan agar Pansel KPK memenuhi permintaan Kabareskrim POLRI, Komjen Budi Waseso, terkait Calon Pimpinan KPK yang akan dipilih.

Tri Wahyu, Koordinator Aksi mengatakan, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Yogyakarta mendesak agar Pansel KPK mengabaikan permintaan Seskab tersebut, dan tetap menjaga independensinya. Mereka juga menuntut, agar Pansel KPK tetap bekerja secara obyektif dengan memilih Calon Pimpinan yang terbaik dengan mengutamakan calon yang berintegritas, profesional, independen dan berani mati.
“Kami juga meminta agar Pansel KPK menelusuri rekam jejak Capim secara lengkap agar tak salah memilih, karena ada Calon Pimpinan yang diketahui tidak pro pemberantasan korupsi pada saat menjadi pejabat tertentu”, ujar Wahyu dalam pertemuan tersebut, Jumat (28/08/2015).

Protes terkait permintaan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, disampaikan oleh PUKAT FH UGM Yogyakarta dan sejumlah elemen Anti Korupsi lainnya di Yogyakarta. Mereka di antaranya adalah LBH Yogyakarta, MTB, PUSHAM UII, IDEA, ICM, FORUM LSM DIY dan Sarang LIDI. Protes itu disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama yang dibacakan di Kantor PUKAT FH UGM.

JUMAT, 28 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...