100 Desa Kekeringan, Kulonprogo Status Siaga Darurat

Droping air  bersih di Kulonprogo
KULONPROGO — Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, menyusul warga 7 kecamatan di wilayahnya kesulitan mendapatkan air bersih.
Surat penetapan status siaga darurat kekeringan itu, dikeluarkan juga berdasarkan penyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, yang menyebut kekeringan di sejumlah wilayah di Kulonprogo telah terjadi sejak tiga bulan lalu dan menimpa lebih dari 100 desa di wilayah tersebut.
Bencana kekeringan yang telah diprediksi sebelumnya oleh BMKG DIY dan sejumlah lembaga terkait, kini semakin meluas. Kali ini, lebih dari 100 desa di wilayah Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, menghadapi ganasnya musim kemarau panjang ini. 
Bahkan, sejumlah desa di Kulonprogo yang pada tahun sebelumnya tidak termasuk daerah rawan kekeringan, kini telah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Dengan demikian, titik rawan kekeringan tahun ini ternyata juga semakin bertambah.
Hasto Wardoyo, Bupati Kulonprogo mengatakan, titik-titik kekeringan di wilayahnya antara lain berada di kecamatan Girimulyo, Kalibawang, Kokap dan Samigaluh. 
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuloprogo, jelasnya, pada tahun 2014 kekeringan terjadi di 118 titik. Namun, titik-titik kekeringan itu tahun ini jumlahnya semakin bertambah. Pasalnya, ada beberapa daerah yang sebelumnya tidak termasuk dalam kawasan rawan kekeringan, tahun ini mengajukan permintaan bantuan droping air bersih.
“Bertambahnya daerah yang mengalami kekeringan ini terjadi di kecamatan Pengasih dan Sentolo, sehingga total ada 7 kecamatan yang mengalami bencana kekeringan tahun ini”, ujar Hasto.
Menyikapi kondisi tersebut, Hasto kemudian segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Apalagi, lanjutnya, bulan September nanti juga diperkirakan belum akan ada hujan. 
SK status siaga darurat bencana kekeringan, dikeluarkan juga berdasarkan adanya informasi tertulis dari BMKG DIY yang menyatakan Kulonprogo mengalami kekeringan.
Hasto menjelaskan, selama ini kondisi di beberapa wilayah yang mengalami kekeringan memang belum memiliki saluran air dari PDAM dan pipa saluran air bersih dari sumber air, sehingga dipastikan mereka akan sangat membutuhkan bantuan droping air bersih. 
Sementara itu, BPBD Kabupaten Kulonprogo, menyikapi SK Bupati tersebut pun segera mengambil sikap. Di antaranya melakukan droping air bersih, pemberian bantuan bak penampungan air dan mengisinya serta mengajukan program bantuan pipanisasi ke BPBD DIY, untuk kemudian diteruskan ke pusat.
JUMAT, 21 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...