1000 Terompet Kolaborasi Musik Etnik Maluku Pecahkan Rekor Muri


AMBON—Senin (17/8/2015) Kota Ambon Provinsi Maluku kembali mencetakkan prestasi Muri terbaru. Rekor itu dipersembahkan melalui harmonisasi terompet dan musik etnik Maluku dengan peserta terbanyak. Sebanyak 1000 terompet kolaborasi dengan musik etnik Maluku yakni Tifa-Totobuang, dan Rebana.
Penghargaan ini disampaikan oleh Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Ariani Siregar kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Kadis Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Henry M Sopacua dan Helin Yasu Huka. Dengan rekor yang ke 7045.
Atraksi 1000 terompet kolaborasi dengan musik etnik Maluku yakni tifa, totobuang dan rebana itu, pesertanya adalah gabungan masyatakat dua komunitas (Islam dan Kristen) di Kota Ambon, Maluku.
Atraksi diperagakan tepatnya di Gong Perdamaian Dunia Pusat Kota Ambon, Provinsi Maluku, usai Upacara HUT NKRI Ke 70 Senin (17/8/2015). “Dengan catatan prestasi ini tidak salah Ambon disebut sebagai city of music,” tandas Ariani Siregar.
Selain itu, prestasi ini juga menunjukan kepada nusantara bahwa masyarakat kota Ambon-Maluku, adalah masyarakat yang ramah serta cinta perdamaian. Dimana hal ini ditunjukkan dengan dihasilkannya harmonisasi yang indah dari perpaduan alat musik terompet dan rebana.
“Kami akan menganugerahkan piagam penghargaan kepada Waki Kota Ambon, Richard Louhenapesay, Kadis Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kota Ambon, Henry M Sopacua dan Helin Yasu Huka. Dengan rekor yang ke 7045,” beber Ariani disambut riang oleh undangan serta warga masyarakat kota Ambon yang menyaksikan harmonisasi musik terompet dan musik etnik Maluku di Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon.
Sebelum membacakan piagam penghargaan, Ariani juga menyampaikan sambutan dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. “Sekarang 70 tahun NKRI Merdeka! Selaku pemuda nusantara mari kita tegakkan kearifan lokal, berkarya dengan gotong royong menuju Indonesia emas pada dirgahayu HUT Ke 100 Proklamasi NKRI tercinta. Tolong ini dijadikan tujuan bersama anak bangsa di seluruh pelosok nusantara,” anjurnya.
Diketahui pencetakan rekor Muri Kota Ambon ini untuk ketiga kalinya. Pertama pada 1 Oktober 2012 menyelenggarakan kegiatan belajar matematika metode gasing oleh 30 ribu peserta. Kedua, pada 3 September 2013 Wali Kota Ambon memprakarsai kegiatan membersihkan teluk oleh 70 ribu peserta.
Sementara itu, Wali Kota Ambon dalam sambutannya mengajak seluruh peserta upacara membuktikan bahwa kota Ambon selain sebagai The City of Music juga The City of Harmony.
“70 tahun silam, Maluku telah memberikan kontribusi besar atas kemerdekaan NKRI. Hari ini juga, Maluku memberikan kontribusi besar untuk Indonesia melalui cetakan prestasi harmonisasi terompet, totobuang dan rebana,” tutupnya.
SENIN, 17 AGUSTUS 2015
Jurnalis      : Samad Vanath Sallatalohy
Foto          : Samad Vanath Sallatalohy
Editor : Gani Khair
Lihat juga...