17 Tahun Bendungan Tertutup Tanah, Kampung Rinjani Jadi Sasaran Banjir

AMBON — Bendungan di Kampung Rinjani RT 006 / RW 016 Ahuru Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku dibangun sejak 1990. Sayangnya, sudah 17 tahun lamanya tetutup tanah dan sudah tidak aktif.

Jika musim hujan air kali dibeberapa titik di kawasan puncak Sirimau misalnya Air Besar (Arbes), Soya dan lain-lain, semuanya masuk di bendungan kampung Rinjani langsung turun ke Negeri Batu Merah pusat Kota Ambon.

Wahyu Kohilay Pattisahusiwa salah satu warga Kampung Rinjani yang diwawancarai Cendana News, Senin (31/8/2015) menyebutkan, bendungan ini dibangun sejak tahun 1990. Dan tertutup sejak 1998 atau sebelum konflik horizontal melanda Maluku pada 1999 silam.

Meski sudah tertutup 17 tahun lamanya (1998-2015), namun instansi pemerintah terkait, baik Pemerintah Kota Ambon dan Pemprov Maluku terkesan cuek bebek.

Padahal akibat tertutupnya bendungan Kampung Rinjani menyebabkan Kota Ambon saat musim hujan digenangi air atau banjir, akibat hasil transfer air kali dari beberapa titik di puncak kawasan Sirimau Kota Ambon langsung masuk ke bendungan, turun ke pemukiman Batu Merah dan pusat Kota Ambon.

Tak pelak, nasib rumah-rumah warga Kampung Rinjani sekitar bendungan dan Negeri Batu Merah menjadi sasaran banjir akibat tidak aktifnya bendungan tersebut.

Pada 2007, kata Wahyu, kampung Rinjani terkena banjir dan longsor, namun pemerintah terkesan tutup mata.

Bahkan Balai Aliran Sungai Provinsi Maluku terkesan cuek dengan kondisi bendungan kampung Rinjani yang sudah tertutup tanah 17 tahun lamanya itu.

Menurut Wahyu, sudah beberapa kali Pemerintah Kota Ambon dan Pemprov Maluku meninjau lokasi. Namun, tidak ada solusi untuk mengaktifkan kembali bendungan itu.

Belakangan tidak dilakukan pembangunan dalam artian pengerukan tanah yang menutup bendungan agar berfungsi seperti 1990.

“Memang dikeruk sedikit saja tapi sesudah itu tertutup tanah lagi. Kami minta pemerintah segera mengaktifkannya. Kalau tidak, setiap musim hujan pemukiman warga Kampung Rinjani dan Kota Ambon selalu saja terendam air dan lumpur,” tandasnya.

SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...